HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN INFORMASI DENGAN CITRA RUMAH SAKIT (STUDI PADA KELUARGA DARI PASIEN PENDERITA PENYAKIT DALAM DI RSUD Dr. R. SOEDARSONO PASURUAN)

RAHAYU, ETIK SETIO (2006) HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN INFORMASI DENGAN CITRA RUMAH SAKIT (STUDI PADA KELUARGA DARI PASIEN PENDERITA PENYAKIT DALAM DI RSUD Dr. R. SOEDARSONO PASURUAN). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
HUBUNGAN_ANTARA_KUALITAS_PELAYANAN_INFORMASIDENGAN_CITRA_RUMAH_SAKIT.pdf

Download (94kB) | Preview

Abstract

Kondisi pelayanan informasi di lembaga rumah sakit secara umum masih sangat memprihatinkan. Keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit merasa kesulitan dalam menemui petugas rumah sakit, karena mereka harus berkeliling-keliling terlebih dahulu dalam mencari informasi-informasi yang mereka perlukan. Hal itu menunjukkan bahwa pelayanan informasi di rumah sakit masih belum efektif. Informasi tentang seputar layanan kesehatan yang ada di rumah sakit merupakan salah satu kebutuhan yang diinginkan oleh publik, khususnya bagi keluarga pasien. Oleh karena itu, petugas rumah sakit dituntut untuk memiliki sikap terbuka dan jujur dalam menyampaikan informasinya kepada keluarga pasien. Selain itu, informasi yang disampaikannya harus jelas dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Adapun pelayanan informasi yang dilakukan oleh petugas rumah sakit dimaksudkan untuk menciptakan pemahaman yang baik dan benar kepada keluarga pasien, agar nantinya tidak menimbulkan kesalahpahaman (miss understanding). Dengan adanya pelayanan informasi yang baik, maka secara tidak langsung akan membawa dampak kepada citra (image) yang positif dikalangan keluarga pasien. Dengan kata lain citra bisa terbentuk dari informasi yang diterima oleh publik dan informasi tersebut dapat membentuk, mempertahankan serta meningkatkan citra di lembaga rumah sakit yang bersangkutan. Citra merupakan penilaian baik atau buruk dari publik terhadap suatu lembaga atau instansi. Citra yang ideal adalah kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan pengalaman, pengetahuan serta pemahaman atas kenyataan yang sesungguhnya, itu berarti citra tidak dapat ‘dipoles agar lebih indah dari warna aslinya’ karena hal itu justru dapat mengacaukannya. Dari fenomena tersebut, timbul permasalahan penelitian yaitu adakah hubungan antara kualitas pelayanan informasi dengan citra rumah sakit. Dasar penelitian ini adalah penelitian survai, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Untuk mengetahui keeratan hubungan antara kedua variabel, maka penelitian ini digolongkan kedalam bentuk penelitian korelasi. Adapun jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota keluarga pasien penderita penyakit dalam yang sedang menjalani Rawat Inap di RSUD Dr. R Soedarsono Pasuruan pada tanggal 24 sampai dengan 30 April 2006, dengan pertimbangan setiap pasien Rawat Inap diwakili oleh satu orang anggota keluarga yang dijadikan sebagai responden. Dalam pengambilan jumlah sampel, digunakan teknik total sampling karena populasinya kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sehingga jumlah sampelnya diperoleh sebanyak 38 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa datanya menggunakan teknik korelasi ‘Rank Spearman”. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat antara kualitas pelayanan informasi (variabel X) dengan citra rumah sakit (variabel Y). Hubungan tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi ‘Rank Spearman’ atau rs sebesar 0,765. Sedangkan arah hubungan antara kedua variabel tersebut menunjukkan arah hubungan yang positif atau searah, artinya ada hubungan yang erat antara kedua variabel yang dikorelasikan. Dengan kata lain, setiap terjadi satu kali kenaikan pada kualitas pelayanan informasi, maka citranya juga naik sebesar 0,765. Untuk N ≥ 10, signifikansi suatu harga sebesar harga observasi rs dapat ditetapkan dengan menghitung t yaitu sebesar 7,148 kemudian dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis t dengan df = 36 yaitu sebesar 2,037 pada taraf signifikansi 5 %, maka 7,148 ≥ 2,037.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 25 Jul 2012 05:41
Last Modified: 25 Jul 2012 05:41
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13217

Actions (login required)

View Item View Item