TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEBIASAAN MASYARAKAT MADURA DALAM MEMBAWA SENJATA TAJAM DITINJAU DARI PRESPEKTIF UU DARURAT No. 12 TAHUN 1951 (Studi Kasus di Polsek Kamal Madura)

OKTRIVIANA, HARDYAN (2006) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEBIASAAN MASYARAKAT MADURA DALAM MEMBAWA SENJATA TAJAM DITINJAU DARI PRESPEKTIF UU DARURAT No. 12 TAHUN 1951 (Studi Kasus di Polsek Kamal Madura). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_SOSIOLOGIS_TERHADAP_KEBIASAAN.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang terbentang luas yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang besar dfan pulau yang kecil. Sebagai negara yang mempunyai berbagai daerah, tentunya tiap-tiap daerah tersebut mempunyai kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan tradisi yang berbeda-beda antara daerah yang satu dengan yang lain. Objek studi dala m penelitian adalah mengenai pelaksanaan dari Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951. Dimana membawa senjata tajam(sajam) merupakan tindakan pelanggaran di negara ini, namun sepanjang sejarah sulit untuk mengajukan para pelaku tersangka yang membawa senjata tajam untuk di meja hijaukan. Sedangkan metode yang digunakan adalah yuridis sosilogis analisis ini hasil dari penelitian lapangan yang berupa data diyakini dapat memberikan pemecahan terhadap permasalahan yang dibahas, yang kemudian dipadukan dengan ya ng didapat dari penelitian kepustakaan yang tujuannya adalah mendapat jawaban peramasalahan yang telah dikemukakan. Kebiasaan membawa senjata tajam(sajam) bagi masyarakat Madura sudah bukan merupakan suatu hal yang tabu melainkan suatu kebiasaan yang biasa. Kebiasaan membawa sajam ini mengingat keadaan masyarakat Madura yang mempunyai temperamen yang keras. Dilihat dari sifat masyarak Madura yang terkenal keras, maka masyarakat Madura merasa perlu untuk membawa sajam untuk kepentingan diri sendiri(individu). Dengan kesempatan ini maka penulis ingin mengemukakan bagaimana dampak negatif yang akan terjadi jika masyarakat membawa sajam. Dan tanpa disadari dampak negatif jika masyarakat membawa sajam adalah mereka akan berurusan dengan pihak aparat kepolisian, belum lagi yang awalnya sajam hanya untuk dipakai sebagai pelindung diri tapi pada akirnya sajam digunkan untuk kepentingan lain seperti untuk membunuh orang dan sebagai gaya-gayaan. Dari hasil penelitian pandangan mereka terhadap kebiasaan membawa sajam memiliki pendapat sendiri-sendiri bergantung dari latar belakang dan permasalahan yang dihadapi. Satu alasan membawa senjata tajam ini dikarenakan suatu tradisi dan untuk menjaga diri dari serangan orang jahat. Disamping itu masih terdapat alasan yang lain seperti dengan membawa senjata tajam dikarenakan tugas dan demi mengamankan keamanan warga, serta alasan terakhir ini dengan membawa senjata tajam hanya untuk pamer serta adanya unsur gaya-gayaan dan ini merupakan alasan yang sangat berbahaya jika memungkinkan adanya penyalahgunaan terhadap senjata tajam tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat Madura dalam membawa senjata tajam terdapat banyaknya alasan serta pandangan yang berbeda-beda. Banyaknya perbedaan pandangan ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari aparat kepolisian perihal dampak dari membawa senjata tajam.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 24 Jul 2012 05:58
Last Modified: 24 Jul 2012 05:58
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13024

Actions (login required)

View Item View Item