Reziki Briana, Amanda (2007) REALITAS BUDAYA PEREMPUAN METROPOLITAN DALAM CERPEN (Analisis Semiotik Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu Dengan Judul Jangan Mainmain(Dengan Kelaminmu), Moral, dan Staccato). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.
|
Text
REALITAS_BUDAYA_PEREMPUAN_METROPOLITAN_DALAM_CERPEN.pdf Download (86Kb) | Preview |
Abstract
Penelitian ini didasari atas fenomena munculnya para penulis perempuan muda yang hadir dengan karyakarya bermuatan seks. Salah satunya adalah Djenar Maesa Ayu yang dalam kumpulan cerpen terbarunya Jangan Mainmain (dengan kelaminmu), Djenar ingin memperlihatkan gambaran satu dunia yang dipadati manusia terluka, marginal dan terkhianati. Karena kita sudah memasuki era global, sehingga terjadinya sebuah pergesera budaya baik itu gaya hidup masyarakat, khususnya gaya hidup perempuan yang tinggal di kotakota besar atau yang sering disebut dengan kota metropolitan. Dalam penelitian ini, cerpen Jangan Mainmain (dengan kelaminmu) akan dibahas bersama dua cerpen lainnya yaitu, Moral dan Staccato. Ketiga cerpen ini dipilih karena keunikan dari gaya penulisan yang sangat eksperimental, khas inovasi Djenar dengan mengandalkan teknik pengulangan, mengitari satu titik sentral cerita dan mengikis terus hingga ke esensi permasalahan. Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis semiotika, sebuah ilmu yang mengkaji kehidupan tandatanda ditengah masyarakat dan, dengan demikian menjadi bagian dari disiplin psikologi sosial. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bagaimana terbentuknya tandatanda beserta kaidahkaidah yang mengaturnya. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimanakah gambaran budaya perempuan metropolitan yang di representasikan dalam cerpen Jangan Mainmain (dengan kelaminmu), Moral, dan Staccato., serta mengetahui apa makna dari representasi budaya perempuan metropolitan dalam ketiga cerpen tersebut. Ruang lingkup penelitian ini adalah beberapa cerpen karya Djenar Maesa Ayu yaitu, Jangan Mainmain (dengan kelaminmu), Moral, dan Staccato. Dengan unit analisis dalam penelitian adalah unsurunsur dari cerpen yang terdapat pada tabel unit analisis meliputi tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya&nada dan tema. Dengan sumber informasi berupa dokumentasi melalui buku kumpulan cerpen Jangan Mainmain (dengan kelaminmu), dan kepustakaan yang ada seperti buku dan jurnal. Analisis data (teks) dalam penelitian ini diawali dengan penentuan unsurunsur cerpen dalam setiap cerpen yang telah dipilih, Setelah itu pemaknaan akan dilakukan dengan menggunakan pemaknaan dua tahap Roland Barthes, yaitu penanda dan petanda. Kemudian, dilanjutkan dengan dua tahap interprestasi data (teks), yang ditunjang dengan beberapa konsep dalam tinjauan pustaka, yaitu Budaya sebagai sebuah konsep kehidupan, Literary journalism (jurnalisme sastra), Sastra: dominasi penulis lakilaki atas perempuan, karya sastra dalam kemasan cerpen, perempuan metropolitan: mitos kecantikan dan budaya massa, Roland Barthes dan mitologi. Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa adanya sebuah pergeseran kebudayaan dalam gaya hidup perempuan metropolitan dan pola pikir pria masa kini terhadap keberadaan perempuan. Hal ini disebabkan adanya globalisasi, teknologi yang semakin maju dan adanya pemberontakan perempuan yang terikat pada budaya patriarki. Dan Djenar sebagai perempuan yang banyak menuliskan tentang seks yang masih sangat tabu di negara kita dan banyak menuliskan perempuan sebagai objek tulisannya memperlihatkan bahwa Djenar adalah seorang feminis. Dalam cerpen ini bahwa perempuan sangat terintimidasi dengan adanya budaya patriarki yang masih sangat kental dalam budaya Indonesia pesan inilah yang terlihat dalam cerpen ini.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | N Fine Arts > NE Print media |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 27 Jun 2012 02:13 |
| Last Modified: | 27 Jun 2012 02:13 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9716 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
