PROBLEMATIKA PEKERJA ANAK PADA SEKTOR HOME INDUSTRI PERTANIAN JAMUR DI PUJON KABUPATEN MALANG

KUSUMADEWI, CITRA (2007) PROBLEMATIKA PEKERJA ANAK PADA SEKTOR HOME INDUSTRI PERTANIAN JAMUR DI PUJON KABUPATEN MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PROBLEMATIKA_PEKERJA_ANAK_PADA_SEKTOR_HOME_INDUSTRI_PERTANIAN_JAMUR_DI_PUJON_KABUPATEN_MALANG.pdf

Download (132kB) | Preview

Abstract

Munculnya krisis moneter yang melanda Indonesia mengakibatkan banyaknya anak putus sekolah, sehingga mereka menjadi pekerja anak. Yang mengakibatkan anak bekerja diantaranya kemiskinan, tradisi, perubahan proses produksi, kelangkahan pendidikan dan lemahnya pengawasan. Berdasarkan hasil sensus 2000 di Jawa Timur terdapat jumlah pekerja anak laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan yaitu sebanyak 151.188 pekerja anak laki-laki dan pekerja anak perempuan sebanyak 6.415 anak. Khususnya di Malang jumlah pekerja anak menempati urutan ke-3 terbanyak yaitu sebanyak 17.585 pekerja anak. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya yaitu Problematika apa sajakah yang dialami pekerja anak pada sektor pertanian jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui problematika pekerja anak utamanya pada lama jam kerja dan upah yang diperoleh. Untuk jenis penelitian penulis menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan untuk sumber data, penulis menggunakan data primer yaitu meliputi problematika pekerja anak dan sekunder diperoleh dari dokumen, undang-undang makalah dan internet. Subjek penelitiannya anak yang bekerja di pertanian jamur Pujon. Dari hasil survey awal diperoleh data ada 4 anak yang bekerja. Berdasarkan hal itu, maka subjek penelitiannya adalah semua anak yang bekerja di tempat tersebut. Dengan demikian, penelitian ini menggunakan total sampling dimana subjek peneliti jumlahnya sama dengan total populasinya sehingga subjek penelitinya semua populasinya. Teknik pengumpulan data yang dipakai peneliti adalah wawancara pada 4 orang pekerja anak dan 2 orang sebagai informan yaitu pengusaha dan orang tua dari pekerja anak. Observasi pada pemberian upah, lama jam kerja, jenis pekerjaan sedangkan untuk dokumentasi berasal dari hasil wawancara dan observasi. Teknik analisa yang dipakai peneliti bersifat deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menggambarkan data yang telah diperoleh melaui wawancara dan observasi. Berdasarkan metode penelitian diatas, maka penulis dapat membahas hasil temuan penelitian diantaranya sebagai berikut Upah yang rendah: upah yang deberikan pekerja anak kurang sesuai dengan hasil kerja yang berat. Selain itu upah yang deberikan kurang mencukupi. kebutuhan sehari–hari. Upah yang diberikan pekerja anak yaitu Rp 300.000 – 400.000 perbulan dan upah lemburnya Rp. 25.000 per bulan. Jam kerja yang panjang: Di home industri pertanian jamur mempunyai jam kerja yang panjang yaitu 9 jam. Jam kerja dimulai pada pukul 07.00. Setelah itu pada pukul 12.00–13.00 pekerja anak diberi waktu untuk istirahat. setelah istirahat maka pekerja anak kembali untuk bekerja lagi dan berakhir pada pukul 16.00. Jenis pekerjaan berat: jenis pekerjan yang dilakukan pekerja anak tiap harinya adalah mengayak gerajen sebanyak 2-3 kwintal, mengompos bibit jamur sebanyak 2 kwintal, memasukan bibit jamur dalam botol sebanyak 200 botol, dan setelah itu memasukan bibit dalam plastik. Selain itu bila jamur panen mencapai 20 – 90 Kg. pekerjaan ini sangat memberatkan bagi pekerja anak, karena membutuhkan tenaga fisik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 15 Jun 2012 11:12
Last Modified: 15 Jun 2012 11:12
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8065

Actions (login required)

View Item View Item