Zahrah, Zahrah (2025) PERAN INFLUENCER DALAM MENGURANGI STEREOTIP KULIT PUTIH PADA PROMOSI PRODUK SKINCARE DI INSTAGRAM (Studi Deskriptif Pada Beauty Influencer Di Pulau Jawa). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
PENDAHULUAN (3).pdf
Download (6MB) | Preview
BAB I.pdf
Download (1MB) | Preview
BAB II (1).pdf
Download (4MB) | Preview
BAB III (4).pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
BAB IV (5).pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
BAB V (3).pdf
Restricted to Registered users only
Download (11MB) | Request a copy
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (856kB) | Request a copy
LAMPIRAN (2).pdf
Restricted to Registered users only
Download (9MB) | Request a copy
Abstract
Stereotip bahwa kulit putih adalah standar kecantikan masih kuat di Indonesia dan dipromosikan dalem iklan produk skincare, yang dapat mempengaruhi persepsi dan kepercayaan diri masyarakat. Influencer di Instagram memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan mulai mengampanyekan inklusivitas dalam kecantikan melalui konten mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran influencer dalam mengurangi stercotip kulit putih pada promosi Produk skincare di Instagram.
Dalam penelitian menggunakan teori komunikasi persuasive, teori representasi (Stuart Hall) dan tcori kredibilitas sumber sebagai pendekatan teoritisnya. Penelitian ini menggunakan jenis dan tipe penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik triangulasi (kombinasi berbagai teknik) melalui wawancara serta dianalisis secara induktif.
Hasil dan penelitian ini menunjukkan influencer berperan penting dalam mengurangi stereotip kulit putih pada promosi produk skincare di Instagram melalui storytelling, visual otentik, dan bahasa inklusif. Storytelling membantu membangun koneksi emosional dengan audiens melalui pengalaman pribadi yang autentik. Visual otentik yang menampilkan keberagaman warna kulit mendorong self-acceptance dan loyalitas terhadap merck. Selain itu, bahasa inklusif, seperti penggunaan istilah "mencerahkan" atau "glowing," menciptakan narasi kecantikan yang lebih ramah dan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah influencer dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk opini publik dan mendorong industri kecantikan untuk lebih terbuka terhadap representasi kecantikan yang beragam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Student ID: | 202110040311201 |
| Keywords: | Influencer, Inklusivitas, Streotip Kulit Putih, Skincare, Story Telling |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HF Commerce |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201) |
| Depositing User: | 202110040311201 zahraathsnh09 |
| Date Deposited: | 26 Apr 2025 01:29 |
| Last Modified: | 26 Apr 2025 04:00 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/16836 |
