POLIGAMI ILEGAL SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB PEMBATALAN NIKAH (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kota Malang)

MAFTUH, MAFTUH (2007) POLIGAMI ILEGAL SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB PEMBATALAN NIKAH (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
POLIGAMI_ILEGALSEBAGAI_SALAH_SATU_PENYEBAB_PEMBATALAN_NIKAH.pdf

Download (79kB) | Preview

Abstract

Sudah semestinya setiap keluarga menginginkan terciptanya sebuah rumah tangga yang bahagia dan harmonis. Namun adakalanya permasalahan keluarga kerap kali muncul yang disebabkam oleh berbagai macam permasalahan seperti halnya seorang suami yang melakukan poligami secara illegal dengan tidak melakukan ijin baik dari istri ataupun dari pengadilan agama, oleh karena suami beranggapan bahwasannyaprosedur untuk melakukan poligamisangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama.Apalagi bila seorang istri telah mampu melaksanakan syarat sebagai istri. Dalam kasus seperti ini istri dapat mengajukan kepada pengadilan agama sesuai dengan pasal 71 KHI huruf a “suatu perkawinan dapat dibatalkan apabila seorang suami melakukan poligamitanpa izin pengadilan agama”. Berpijak da4ri pembahasan diatas maka ada dua pokok permasalahan yang dtimbuil,yaitu: bagaiman pengadilan agama kota malang memeriksa dan menyelesaikan permohonan pembatalan nikah dengan alas an poligami illegal, serta apa yang menjadi dasar hakim pengadilan agama kota malang untuk mengabulkan permohonan pembatalan nikah denga alas an pologami illegal. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjelasakan upaya dari pengadilan agama kota malang memeriksa dan menyelesaikan permohonan pembatalan nikah denga alasan pologami illegal dan untuk menjelsakan dasar hakim pengadilan agama kota malang untuk mengabulakan permohonan pembatalan nikah denga alasan pologami illegal. Melihat permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka jenis penelitian yang digunakan adalah sosiologis. Dan untuk memperoleh data dalanm penelitian ini cara yang digunakan adalah dengan menggunakan metode documenter dan wawancara dengan yang terkait dengan judul penelitian ini. Utnuk kemudian data yang telah terkumpul secara sistematis kemudian dianalisis dengan mencari jawaban terhadap apa yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini. Dari penelitian tersebut dapat diperoleh hasil, bahwa proses pemeriksaan dan pemnyelesaian pembatalan nikahtata cara/prosedurnya sama seperti halnya dengan tata cara/procedural melakuakn perceraian dengan lasan yang lain, berdasarkan pasal 38 ayat 2 PP No9 tahun 1975 dan pasal 20 sampai 31 PP No 9 tahun 1975, namun yang membedakan adalah para pihak yang ingin mengajukan permohonan pembatalan nikahserta yang menjadi dasar hakimpengadilan agama mengabulakn permohonan perkara pembatalah nikah adalah bahwa termohon 1 telah melangsungkan poligami illegal dengan tidak ada ijin terlebih dahulu dari gugatan atau pihak istri 1 dan ijin dari pengadilan agama, sesuai dengan pasal 9dan pasal 24 Undang­Undang No 1 tahun 1974. dan pasal 58 ayat 1 , pasal 71 ayat a KHI.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 20 Jun 2012 06:40
Last Modified: 20 Jun 2012 06:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8753

Actions (login required)

View Item View Item