EVALUASI KANDUNGAN GULA PEREDUKSI DAN KANDUNGAN SUKROSA MADU LEBAH (Apis mellifera) PADA JENIS BUNGA YANG BERBEDA

WAHIB, DARUL (2007) EVALUASI KANDUNGAN GULA PEREDUKSI DAN KANDUNGAN SUKROSA MADU LEBAH (Apis mellifera) PADA JENIS BUNGA YANG BERBEDA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
EVALUASI_KANDUNGAN_GULA_PEREDUKSI_DAN_KANDUNGAN_SUKROSA_MADU_LEBAH.pdf

Download (69kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 16 November 2006 dengan sampel diambil dari peternak lebah ( apis mellifera ) diKecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara umum kandungan gula pereduksi dan kandungan sukrosa madu lebah ( Apis Mellifera ) pada jenis bunga berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa produk madu lebah yang dihasilkan dari jenis bunga berbeda ( bunga randu, bunga karet dan bunga mangga ) Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji pada kandungan glukosa bunga randu memiliki kandungan glukosa paling tinggi yaitu sebesar 66,386 %, bunga karet memiliki kandungan glukosa sebesar 62,138 %, sedangkan bunga mangga memiliki kandungan glukosa paling rendah yaitu 54,826 %, hal ini dikarenakan tumbuhan randu berbunga saat musim panas sehingga kandungan glukosanya tinggi karena terjadi penguapan sinar matahari terhadap nektar. Pada uji kandungan fruktosa madu bunga mangga memiliki kandungan fruktosa paling tinggi yaitu sebesar 2,19 %, bunga karet memiliki kandungan fruktosa sebesar 2,162 % sedangkan bunga randu memiliki kandungan fruktosa paling rendah yaitu 2,108 %.dikarenakan kandungan fruktosa banyak didapat dari jenis bunga penghasil buah. Pada uji kandungan sukrosa madu bunga mangga memiliki kandungan fruktosa paling tinggi yaitu sebesar 2,748 %, bunga karet memiliki kandungan sukrosa sebesar 2,202 % sedangkan bunga randu memiliki kandungan fruktosa paling rendah yaitu 2,126 %.dikarenakan gula paling tinggi banyak diperoleh dari jenis tumbuhan penghasi buah. Jenis gula yang dominan adalah sukrosa sebelum dipecah menjadi glukosa dan fruktosa oleh enzim invertase. Enzim dari madu diduga berasal dari lebah, serbuk sari, nectar atau bahkan mikroorganisme. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis bunga berpengaruh terhadap kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosa. Bunga mangga memiliki kandungan fruktosa dan sukrosa paling tinggi, sedangkan kandungan glukosa paling tinggi terdapat pada madu bunga randu.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Animal Scince
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 07:54
Last Modified: 18 Jun 2012 07:54
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8393

Actions (login required)

View Item View Item