PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG RIBA DALAM KEGIATAN PEREKONOMIAN (Studi Kasus di Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto)

WIJAYA, MADA (2007) PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG RIBA DALAM KEGIATAN PEREKONOMIAN (Studi Kasus di Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PEMAHAMAN_MASYARAKAT_TENTANG_RIBA_DALAMKEGIATAN_PEREKONOMIAN.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Dewasa ini banyak dari masyarakat yang melakukan praktek­praktek ekonomi terdapat unsur riba di dalamnya, masalah yang timbul dan banyak dibicarakan adalah status bunga yang terdapat pada bank konvesional, yaitu dengan mengambil tambahan dalam hutang piutang. Namun, dalam kehidupan masyarakat banyak yang memungut tambahan atas pinjaman sebagai contoh adalah praktek hutang piutang yang ada pada masyarakat Dinoyo yaitu mengambil bunga dari pinjaman baik itu melalui kegiatan­kegiatan warga seperti PKK maupun individu. Dan tidak hanya itu, dalam hal jual beli sebagaian masyarakat melakukan jual beli yang ada unsur riba yaitu membeli buah­buahan yang belum nampak hasilnya (borongan). Oleh karena itulah peneliti ingin mengetahui pemahaman masyarakat tentang riba dalam kegiatan perekonomian. Dengan adanya penelitian ini, selain untuk menambah khasanah keilmuan juga mengharapkan baik para ulama’ maupun cendekiawan tidak hanya menghukumi sesuatu akan tetapi memberi tahu cara­cara transaksi ekonomi yang baik dan tentunya ekonomi yang diusung oleh Islam. Untuk mendapatkan hasil yang akurat peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan data kualitatif. Adapun dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode interview dan angket, dengan responden 70 orang yang terdiri dari 20 para pedagang dan 50 warga Dinoyo. Dalam penelitian ini data angket sebagai pelengkap data interview karena interview dilakukan pada beberapa responden. Riba dalam al­Qur’an diturunkan secara bertahap ini seperti diturunkannya ayat tentang minuman keras. Namun, para ulama’ berbeda pandangan tentang urutan turunnya riba yaitu tentang turunnya surat an­Nisa’:160 dengan surat Ali­Imran:130 tapi ulama’ sepakat bahwa ayat yang terakhir turun adalah surat al­Baqarah:275­280 yang membahas untuk ditinggalkannya riba dan mengambil harta pokoknya saja, sedangkan dalam jual beli yang mengandung riba diterangkan oleh hadist Nabi. Walupun dalam Islam telah jelas keharaman riba, dari hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat banyak yang tidak mengetahui tentang apa itu riba. Mereka berpandangan bahwa riba adalah mengambil tambahan yang terlau tinggi dalam hutang piutang misalnya yang dilakukan oleh para rintenir, sedangkankan apabila tambahan yang diambil dari pinjaman kecil maka bukanlah riba. Dalam jual beli masyarakat tidak memahami riba, yang mereka ketahui bahwa riba hanya terdapat dalam hutang piutang yaitu mengambil tambahan dalam pinjaman dan mereka mencotohkan seperti yang dilakukan bank­bank konvesional. Hutang piutang dengan tambahan dilakukan masyarakat karena memang praktek seperti itulah yang mereka ketahui, dan mereka beranggapan bahwa tidak ada hutang piutang yang tidak dengan bunga karena selama ini tidak ada yang melakukan hutang piutang tanpa tambahan baik dari individu maupun kegiatan­kegiatan warga. Dengan alasan di atas, bahwa diperlukan pemahaman tentang praktek perekonomian yang diusung oleh Islam, kewajiban bagi para ulama’ dan juga para cendekiawan untuk memberikan pemahaman agar masyarakat mengetahui praktek perekonomian apa saja yang dilarang olehIslam dan yang dibolehkan, sehingga Islam yang disebut sebagai pedoman hidup baik di dunia maupun di akhirat dapat terwujud.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 04:36
Last Modified: 18 Jun 2012 04:36
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8312

Actions (login required)

View Item View Item