PENGARUH PEMBERIAN MACAM EKSTRAK ALAMI DAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT Fusarium oxysporum PADA STEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia L.)

Fauzi, Rahmat (2007) PENGARUH PEMBERIAN MACAM EKSTRAK ALAMI DAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT Fusarium oxysporum PADA STEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia L.). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PEMBERIAN_MACAM_EKSTRAK_ALAMI.pdf

Download (150kB) | Preview

Abstract

Rahmat Fauzi. 01710042. ”Pengaruh Pemberian Macam Ekstrak Alami Dan Metode Ekstraksi Terhadap Pengendalian Penyakit Fusarium oxysporum Pada Stek Tanaman Vanili (Vanilla planifolia L.)”. Dibawah Bimbingan Dr. Ir. Dyah Roeswitawati, MS dan Ir. Henik Sukorini, MP Tanaman panili (Vanilla planifolia) merupakan salah satu komoditas dari tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan fluktuasi harga yang relatif stabil bila dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya. Saat ini, harga polong atau buah panili di pasar dalam negeri berkisar Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000 per kg polong kering dan Rp 150.000 – Rp 200.000 polong basah. Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, dan aspek ekonomi, Indonesia sangat mendukung untuk pengembangan panili. Dalam hal ekspor panilipun Indonesia tidak ketinggalan bila dibandingkan dengan negara – negara penghasil utama panili lainnya di dunia. Jumlah ekspor panili Indonesia 10 % dari konsumsi dunia dan merupakan negara pengekspor ketiga terbesar setelah Malagasy dan comoro island. Dilihat dari segi kuantitasnya, perkembangan areal penanaman panili di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2001 sudah mencapai 15,937 ha, dengan perkiraan produksi mencapai rata – rata 0,2-0,5 kg polong kering per pohon. Dari segi kualitasnyapun, buah panili di Indonesia mempunyai kadar vanillin yang cukup tinggi yaitu 2,75% bila dibandingkan dengan negara-negara penghasil vanili lainnya, seperti Meksiko 1,88%, Ceylon 1,48% dan Tahiti 1,55% sampai 2,2%. Salah satu masalah penting dalam usaha tani tanaman panili adalah gangguan hama dan penyakit. Penyakit utama yang sering menyerang tanaman vanili antara lain Fusarium oxysporum yang lebih sering di kenal sebagai penyakit busuk batang panili. Serangan penyakit busuk batang (Fusarium oxysporum f.sp. vanilla) dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan mutu hasil panili. Berbagai upaya telah banyak dilakukan dari yang beraspek terpadu dengan mencakup komponen bahan tanaman, agency hayati, kimiawi, bahan organik dan cara mekanik. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi sebagai fungisida nabati adalah produk tanaman Cengkeh, Kayu Putih, dan tanaman Bunga Matahari akan tetapi efektifitas dan metode ekstraksinya untuk Fusarium oxysporum masih belum diketahui. Maka perlu penelitian lebih lanjut mengenai fungisida nabati tersebut dan metode ekstraksinya terhadap pengendalian serangan Fusarium oxysporum pada stek bibit tanaman panili. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari pemberian macam ekstrak alami dan metode ekstraksi yang efektif terhadap pengendalian penyakir Fusarium oxysporum pada stek tanaman panili (Vanilla planfolia L.). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2005 dan berakhir bulan Agustus 2005. Adapun tempat pelaksanaan penelitian ini di Rumah Bibit CV. CAKRA BUANA. Penelitian dilakukan dengan mempergunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), disusun dalam 2 faktorial, adapun faktor pertama adalah Macam Ekstrak alami tanaman (A) dan faktor kedua adalah Metode Ekstraksi (M). Faktor pertama (A) dilakukan 3 perlakuan, dan faktor kedua (M) dilakukan 3 perlakuan, dan 1 kontrol dengan masing-masing 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 30 unit percobaan, adapun perlakuan percobaan adalah : Faktor pertama : Macam Ekstrak Tanaman yang terdiri dari A1 : Perlakuan Ekstrak Syzygium aromaticum (Cengkeh), A2 : Perlakuan Ekstrak Melaleuca leucadendron (Kayu putih), A3 : Perlakuan Ekstrak Helianthus annus (Bunga Matahari). Faktor kedua : Metode Ekstraksi yang terdiri dari M1 : Metode Ekstraksi 1 (Centrifuse), M2 : Metode Ekstraksi 2 (Destilasi) dan M3 : Metode Ekstraksi 3 (Blender). Parameter pengamatan meliputi: Awal terjadi serangan (masa inkubasi), banyaknya tanaman terserang, prosentase panili hidup, disklorasi, intensitas serangan, jumalah stek bertunas, jumlah daun, panjang tunas dan diameter tunas. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, tidak terjadi interaksi antara macam ekstrak alami dan matode ekstraksi terhadap pengendalian penyakit Fusarium oxysporum pada stek tanaman panili (Vanilla planifolia L.).Pemberian ekstrak alami menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, akan tetapi ada kecenderungan jenis ekstrak alami cengkeh menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap variabel pengamatan seperti banyaknya tanaman terserang, prosentase panili hidup, intensitas serangan dan perlakuan jenis ekstrak kayu putih menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap variabel jumlah bertunas, jumlah daun, tinggi tunas dan diameter tunas. Perlakuan metode ekstraksi menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, akan tetapi ada kecendrungan bahwa metode ekstraksi menggunakan centrifuse menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap variabel pengamatan seperti populasi terserang, prosentase panili hidup dan intensitas serangan. Dan metode ekstraksi menggunakan destilasi menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap variabel jumlah bertunas, jumlah daun, tinggi tunas dan diameter tunas.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agronomy
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 02 Jun 2012 03:01
Last Modified: 02 Jun 2012 03:01
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6391

Actions (login required)

View Item View Item