PENGARUH EKSTRAK DAUN URANG-ARING (Eclipta prostrata L.) TERHADAP ZONA HAMBAT Pityrosporum ovale SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT DERMATITIS SOBOROIKA

Aminah, Siti (2006) PENGARUH EKSTRAK DAUN URANG-ARING (Eclipta prostrata L.) TERHADAP ZONA HAMBAT Pityrosporum ovale SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT DERMATITIS SOBOROIKA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_EKSTRAK_DAUN_URANG.pdf

Download (61kB) | Preview

Abstract

Dermatitis soboroika adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan kulit yang eritematosa dan bersisik atau erupsi pengelupasan kulit yang terjadi terutama didaerah soboroika (daerah yang memiliki banyak kelenjar sebase)yakni kulit kepala, wajah, post- auricular, presternal dan intertriginosa.Penyebab Dermatitis soboroika belum diketahui secara pasti, tetapi sering dihubungkan dengan peningkatan produksi sebum (Soborrheic Stage). Pityrosporum ovale merupakan suatu jamur lipofilik dan berperan terhadap kondisi penyakit Dermatitis soboroika. Berbagai faktor yang diketahui memiliki kontribusi pada Dermatitis soboroika adalah gangguan neurotransmitter, gangguan nutrisi, faktor fisis, proliferasi epidermal dan imunodefisiensi (Tjarta, 2003).Cara pengobatan alternatif yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan terapi herbal, yaitu dengan memanfaatkan tanaman-tanaman yang berkhasiat obat.Salah satunya adalah pemanfaatan daun urang-aring (Eclipta prostrata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun Eclipta prostrata L. pada berbagai konsentrasi dan juga untuk mengetahui konsentrasi optimum. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 5-7 April 2006 diLAB. Biologi UMM. Jenis penelitian ini adalah true-eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 9 perlakuan dan 4 ulangan. Populasi yang digunakan adalah daun Eclipta prostrata L.diperoleh di Jl. Tlogomas, Jl. Tirto Utomo dan perumahan Landungsari Blok A-F. Variabel bebas yaitu konsentrasi 0% (kontrol) dan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, dan70% sebagai perlakuan. Variabel terikat adalah Diameter Zona Hambat Pertumbuhan Pityrosporum ovale setelah diberi ekstrak daun Eclipta prostrata L. Berbagai konsentrasi. Variabel kendali adalah medium biakkan, temperatur, inkubasi dan lama pemeraman. Data diolah dengan dianalisis varians (ANAVA) satu faktor dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun urang-aring mampu menghambat jamur Pityrosporum ovale dengan perlakuan yang terbaik dalam menghambat jamur adalah konsentrasi 70%. Setelah dibandingkan dengan kontrol positif yaitu Ketokonazol diketahui cara kerja ekstrak urang-aring (Eclipta prostrata L.) dalam menghambat jamur Pityrosporum ovale tidak berbeda nyata dengan Ketokonazol yaitu pada konsentrasi 60%, yang secara teoritis diketahui mampu menghambat jamur Pityrosporum ovale.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 02 Jun 2012 02:40
Last Modified: 02 Jun 2012 02:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6378

Actions (login required)

View Item View Item