PENULISAN HUKUM/SKRIPSIHAK KESAKSIAN WANITA DALAM HUKUM PERKAWINANMENURUT HUKUM ISLAM DAN KOMPILASI HUKUMISLAM PERSPEKTIF PERSAMAAN HAK SUBYEK HUKUM

FIRMAN HIDAYAT, TONI (2007) PENULISAN HUKUM/SKRIPSIHAK KESAKSIAN WANITA DALAM HUKUM PERKAWINANMENURUT HUKUM ISLAM DAN KOMPILASI HUKUMISLAM PERSPEKTIF PERSAMAAN HAK SUBYEK HUKUM. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENULISAN HUKUM_SKRIPSIHAK KESAKSIAN WANITA.pdf

Download (78kB) | Preview

Abstract

Kemajuan peradaban manusia mukhtahir telah membawa manusia pada posisi yang sangat tinggi, tapi di sisi lain masih banyak problematika kemanusiaan sebagaimana kemajuan berbagai bidang lainnya. Seperti masih berlangsungnya pelanggaran-pelangaran hak-hak asasi manusia khususnya pada wanita.Ada suatu pendekatan lain yang menganggap agama, khususnya agama-agama Ibrahimiah (Abrahamic religions) sebagai salah satu faktor menancapnya faham patriarkhi di dalam masyarakat, karena agama-agama itu memberikan justifikasi terhadap faham patriarkhi. Lebih dari itu, agama Yahudi dan Kristen dianggap mentolerir faham misogynis, suatu faham yang menganggap wanita sebagai sumber malapetaka, bermula ketika Adam jatuh dari sorga karena rayuan Hawa. Pendapat lain mengatakan bahwa peralihan masyarakat matriarki ke masyarakat patriarkhi erat kaitannya dengan proses peralihan The Mother God ke The Father God di dalam mitologi Yunani. Ketimpangan peran sosial berdasarkan gender masih tetap dipertahankan dengan dalih doktrin agama. Agama dilibatkan untuk melestarikan kondisi di mana kaum wanita tidak menganggap dirinya sejajar dengan laki-laki. Tidak mustahil di balik "kesadaran" teologis ini terjadi manipulasi antropologis bertujuan untuk memapankan struktur patriarkhi, yang secara umum merugikan kaum wanita dan hanya menguntungkan kelas-kelas tertentu dalam masyarakat. Contoh kongkritnya adalah pasal 25 InPres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi hukum Islam yang menyatakan bahwa “Yang dapat ditunjuk menjadi saksi dalam akad nikah ialah seorang laki-laki muslim, adil, aqil baligh, tidak terganggu ingatan dan tidak tuna rungu atau tuli”. Yang penulis anggap sebagai masalah dalam kajian penulisan hukum ini, karena adanya pemihakan terhadap salah satu jenis kelamin.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 31 May 2012 04:25
Last Modified: 31 May 2012 04:25
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/6258

Actions (login required)

View Item View Item