ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BEKAS PENJARAHAN DI RPH PUJON SELATAN, BKPH PUJON, KPH MALANG

DONA ALFIAN, AFIF (2006) ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BEKAS PENJARAHAN DI RPH PUJON SELATAN, BKPH PUJON, KPH MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KESESUAIAN_LAHAN_BEKAS_PENJARAHANDI_RPH_PUJON_SELATAN.pdf

Download (77kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tegakan yang sesuai terhadap lahan bekas penjarahan di RPH Pujon Selatan, BKPH Pujon, KPH Malang. Pada bulan Juni 2005. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi tentang jenis tegakan yang sesuai dengan kondisi lahan bekas penjarahan. Sampel tanah diambil dari tiga petak, yaitu petak 97a, 99b dan 99g, RPH Pujon Selatan, BKPH Pujon, KPH Malang, yang selanjutnya disebut dengan satuan luas pengamatan (SLP). Cara pengambilan sampel tanah dengan menggunkan bor tanah dengan kedalaman 30 cm. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Tanah, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Parameter yang diamati yaitu : darinase tanah, bahaya erosi, salinitas, kedalaman efektif, tekstur, lereng, batuan permukaan, bulan kering, curah hujan per tahun, rata-rata suhu tahunan, kemantapan agregat dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada petak 97a tepatnya pada SLP I termasuk hutan lindung, sedangkan untuk petak 99b dan 99g tepatnya SLP II dan SLP III termasuk hutan produksi terbatas (HPT). Evaluasi kesesuaian lahan dari ketiga tanaman yaitu pinus, sengon dan damar, untuk tanaman pinus dan damar tidak sesuai (Nc) ditanam di ketiga petak tersebut, dengan faktor pembatas ketersediaan air dalam hal ini bulan kering. Tanaman sengon sesuai marginal (S3a, s, e) pada petak 97a dan 99g, dengan faktor pembatas pH tanah, media perakaran dalam hal ini kelerengan dan bahaya erosi, sesuai (S2a, s, sd, c, e) untuk petak 99b, dengan faktor pembatas pH tanah, media perakaran, kedalaman efektif, ketersediaan air dan bahaya erosi. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan tanaman yang dikembangkan di daerah penelitian adalah sengon mengingat sengon merupakan tanaman yang paling sesuai dari kedua jenis tanaman yaitu pinus dan damar. Adanya peningkatan pH tanah dengan pengkapuran terutama pada petak 99g.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Forestry
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 May 2012 03:28
Last Modified: 24 May 2012 03:28
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5809

Actions (login required)

View Item View Item