Studi Pengasuhan Anak Terlantar di Institusi Total Panti Asuhan Anak Taman Harapan Bangil

Devi Prananta, Shanti (2007) Studi Pengasuhan Anak Terlantar di Institusi Total Panti Asuhan Anak Taman Harapan Bangil. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
Studi_Pengasuhan_Anak_Terlantar_di_Institusi_Total_Panti_Asuhan_Anak_Taman_Harapan_Bangil.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Masalah sosial makin beragam seiring dengan perkembangan jaman. Pembahasan dalam konteks ini ditekankan pada penanganan keterlantaran anak. Sistem penanganan yang digunakan pemerintah adalah sistem panti dan non panti. Penelitian ini terfokus pada Panti Asuhan Anak Taman Harapan Bangil yang merupakan bentuk sistem panti milik Dinas Sosial Jawa Timur. Masalah pokok yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Panti Asuhan Anak Taman Harapan Bangil dalam mengasuh dan mengendalikan perilaku anak asuh. Penelitian ini berlandaskan pada teori Erving Goffman tentang Asylum yaitu tempat perlindungan bagi orang tidak mampu secara ekonomis dan tidak membahayakan, dimana tempat tersebut sebagai institusi total, salah satu contoh bentuk dari institusi total adalah panti asuhan. Sebagai sebuah institusi total, anak asuh dip anti sebagaian besar atau bahkan keseluruhan diatur, diawasi, dikendalikan, oleh pengasuh. Sebuah institusi total dan stigma masyarakat terhadap anak panti akan sangat mempengaruhi konsep diri anak asuh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan penelitian adalah pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian studi kasus ini adalah mendasarkan pada proposisi teori. Hasil penelitian membuktikan bahwa PAA TH sebagai sebuah institusi total sangat berperan dalam mengendalikan perilaku anak asuh. Terbukti dari adanya dominasi oleh pengasuh menyebabkan anak asuh menutupi anak asuh lain yang melakukan kesalahan. Dengan alasan mereka takut dan kasihan melihat teman mereka dihukum dan dimarahi. Dominasi pengasuh terhadap anak asuh melahirkan kepatuhan semu. Di depan pengasuh anak asuh terkesan patuh, dibelakang pengasuh mereka menunjukkan ketidakpatuhan. Adanya totalitas waktu anak asuh selama di Panti menyebabkan anak asuh memiliki perilaku dan sifat yang hampir sama, karena anak asuh harus berinteraksi dengan orang yang sama, melakukan kegiatan yang sama dalam kurun waktu yang cukup lama. Anak asuh sebagai objek dan subjek memiliki peranan yang berbeda. Saat mereka harus mematuhi semua peraturan dan kegiatan di panti mereka berperan sebagai objek karena apabila mereka tidak mematuhi maka akan mendapat sanksi. Sementara itu anak asuh menjadi subjek saat mereka melakukan pelanggaran karena pada dasarnya mereka adalah individu yang bebas. Faktor pembentukan konsep diri salah satunya dipengaruhi oleh pola asuh dan penilaian orang lain atau pemberian stigma orang terhadap dirinya. Pemberian stigma negatif oleh masyarakat dan pengasuh terhadap anak asuh sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian dan perilaku anak asuh.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 23 May 2012 03:59
Last Modified: 23 May 2012 03:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5752

Actions (login required)

View Item View Item