Majelis Tarjih, PP Muhammadiyah (2008) SYIRKUL ASBAB. SYIRKUL ASBAB (415).
|
Text
Fatwa_09_2008_Syirkul_Asbab.pdf Download (1285b) |
Abstract
Adapun bentuk syirik, tidak terhitung banyaknya; misalnya meyakini kekuasaan atau kekuatan ilahiyah (ketuhanan) pada bendabenda yang dianggap keramat seperti pohon beringin, keris, akik, akar bahar, binatang, kuburan, batu, patung dan sebagainya. Mengucapkan perkataan َلو (seandainya) apabila mengesampingkan takdir (kepastian) Allah, juga termasuk bentuk syirik. Misalnya seseorang berkata: ‘Seandainya ia tidak naik pesawat, niscaya ia selamat’, karena berkeyakinan bahwa penyebab tewasnya adalah naik pesawat yang mengalami kecelakaan. Padahal tewasnya karena sudah ditakdirkan Allah SWT. Tidak naik pesawat pun, jika sudah ditakdirkan Allah, pasti akan mati juga. Memberikan penjelasan dengan disertai uraian tentang sebab akibat adalah sahsah saja, karena Islam juga mengakui adanya sebab dan akibat. Namun harus disertai pula dengan penjelasan bahwa semua itu karena takdir Allah. Mengembalikan peristiwa kepada sebab akibat saja, tanpa dengan meyakini takdir Allah adalah adat kebiasaan orangorang munafik.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Tarjih Script |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Anggit Aldila |
| Date Deposited: | 18 May 2012 02:42 |
| Last Modified: | 18 May 2012 02:42 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
