”PERSEPSI SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIFITAS BIAYA OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN” (Studi pada SD Negeri, SLTP Negeri dan masyarakat di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan)

ROSALINDA, NOVI (2006) ”PERSEPSI SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIFITAS BIAYA OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN” (Studi pada SD Negeri, SLTP Negeri dan masyarakat di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERSEPSI_SEKOLAH_DAN_MASYARAKAT_TERHADAP_EFEKTIFITAS_BIAYA_OPERASIONAL_SEKOLAH.pdf

Download (136kB) | Preview

Abstract

Kebijakan Biaya Operasional Sekolah (BOS) ada akibat kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada maret 2005. Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) Bidang Pendidikan ini memang dirancang untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pembiayaan pendidikan dasar (Pasal 31 [4] UUD 1945). Melalui BOS peserta didik tingkat pendidikan dasar akan dibebaskan dari beban biaya operasional sekolah. Bantuan Operasional Sekolah yang langsung dikelola oleh sekolah meliputi biaya untuk pendaftaran, iuran bulanan sekolah, biaya ujian, bahan dan biaya praktek. Biaya tersebut diatas tidak termasuk untuk biaya investasi seperti penyediaan sarana dan prasarana sekolah, gaji guru dan tenaga kependidikan lainnya, serta biaya untuk meningkatkan mutu guru. Sekolah-sekolah di Kabupaten Bangkalan harus benar-benar intens dalam upaya pengembangan dan keberhasilan dunia pendidikan, dan memahami BOS dengan baik sehingga tidak akan terjadi penyelewengan. Apalagi setelah diberlakukukannya kebijakan Biaya Operasinal Sekolah (BOS), persepsi masyarakat yang tidak mengetahui Program BOS karena kurangnya sosialisasi dari instansi terkait di kecamatan Burneh akan menghambat pencapaian mutu pendidikan di Kecamatan Burneh, karena peran dan partisipasi masyarakat sangat menentukan pelaksanaan kebijakan BOS. Setelah diberlakukukannya kebijakan Biaya Operasinal Sekolah (BOS), masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya banyak karena pemerintah sudah membantu, sehingga mutu pendidikan di daerah akan segera tercapai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode analisa data kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 42 orang. Sampel yang diteliti adalah Kepala Sekolah (Sekolah Dasar Negeri 17 Orang, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 2 sekolah), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang Burneh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan, Dewan Pendidikan 1 orang, Orangtua Siswa/Masyarakat 20 orang. Untuk mengumpulkan data primer peneliti menggunakan metode wawancara terstruktur dan untuk data sekunder menggunakan metode dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa Sebagian besar orang tua di kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan masih kurang mengetahui dengan baik kebijakan pemerintah mengenai BOS. Diantara orang tua murid yang tahu kebijakan BOS ternyata juga hanya sebagian kecil yang mengetahui dengan tepat nilai bantuan untuk tiap anak dalam setahuan. Hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi kebijakan BOS disetiap sekolah di Kecamatan Burneh. Orang tua murid miskin cenderung tidak mengetahui kebijakan BOS pemerintah dibandingkan dengan orang tua murid yang lebih kaya. Hal ini disebabkan karena orang tua murid yang kaya memiliki akses informasi lebih besar ke sumber informasi. Masyarakat menyikapi pemberian bantuan dalam bentuk BOS itu. Di satu sisi masyarakat optimis BOS dapat mengurangi atau memperingan beban biaya pendidikan, di sisi lain masyarakat pesimis dan skeptis akan pemanfaatan dana kompensasi BBM tersebut, bahkan dapat menjadi ladang baru tindak korupsi, sehingga Masyarakat memberikan perhatian demikian besar terhadap dana BOS Masyarakat menyikapi tentang BOS bahwa BOS berarti sekolah gratis. Dan Berdasarkan observasi dilapangan masyarakat kecamatan Burneh menyikapi program BOS sudah baik, karena mereka menganggap sudah dapat mengurangi biaya pendidikan anaknya. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah Kebijakan Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang terjadi di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan sudah kurang efektif, dan masyarakat kurang memahami BOS walaupun relatif sedikit dan sudah menerima BOS dengan baik, BOS di Kecamatan Burneh dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Burneh karena sarana prasarana yang dibutuhkan sekolah sudah ada tanpa mempersoalkan masalah dana. Namun kurangnya sosialisasi menjadi faktor penghambat informasi bagi masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jul 2012 06:03
Last Modified: 26 Jul 2012 06:03
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13461

Actions (login required)

View Item View Item