PERENCANAAN JUMLAH ALOKASI PRODUK DAN RUTE PENGIRIMAN UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA TRANSPORTASI (Studi Kasus : Koperasi KAREB–Bojonegoro)

MU’AMANAH, AMALIANI (2006) PERENCANAAN JUMLAH ALOKASI PRODUK DAN RUTE PENGIRIMAN UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA TRANSPORTASI (Studi Kasus : Koperasi KAREB–Bojonegoro). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERENCANAAN_JUMLAH_ALOKASI_PRODUK_DAN_RUTEPENGIRIMAN_UNTUK_MEMINIMUMKAN_BIAYATRANSPORTASI.pdf

Download (95kB) | Preview

Abstract

KAREB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha Redrying dan Threshing Tembakau. Redrying Tembakau adalah tembakau yang dikeringkan kembali dengan kandungan kadar air yang merata. Penanganan distribusi yang tidak efisien merupakan masalah utama di industri ini yang menyebabkan biaya transportasi tinggi. Dari kondisi tersebut diperlukan suatu metode untuk mengatasi masalah tersebut. Alternatif I adalah Metode Transportasi merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk pengalokasian produk kepada konsumen dengan mempertimbangkan biaya transportasi, kapasitas sumber dan permintaan konsumen. Adapun rute pengirimannya adalah direct shipping network. Tujuan utama dari metode ini adalah merencanakan jumlah alokasi produk usulan agar nantinya diharapkan dapat meminimalkan biaya transportasi. Alternatif II adalah Metode Saving Matriks merupakan salah satu metode yang membahas proses pengiriman barang ke konsumen yang meliputi pengalokasian masing-masing retail pada kendaraan sekaligus mengurutkan rute yang akan dilalui kendaran. Tujuan utama metode ini adalah dengan mengalokasikan order tiap retail pada kendaraan juga dapat meminimalkan biaya transportasi. Adapun rute pengirimannya adalah direct shipping with milk runs. Sebelum kita menerapkan baik metode Transportasi maupun metode Saving Matriks, terlebih dahulu dilakukan pengeplotan dan peramalan data permintaan untuk 3 bulan mendatang. Peramalan permintaan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan hasil pengeplotan data. Kemudian dipilih MAPE terkecil. Selanjutnya hasil peramalan tersebut diolah dengan metode Transportasi dan metode Saving Matriks. Dari hasil pengolahan data diperoleh metode Transportasi merupakan metode yang lebih baik daripada metode Saving Matrik sehingga untuk merencanakan jumlah alokasi produk usulan dan rute pengiriman didapatkan dari metode Transportasi. Adapun metode Transportasi menghemat jarak sebesar 2133.6 km dengan prosentase 51.12 % yaitu dari jarak awal sebesar 4173.6 km menjadi 2040 km . Sedangkan untuk biaya transportasi pada minggu ke 13 sampai 19 mengalami penghematan sebesar Rp. 3.006.752,- yaitu dari biaya awal sebesar Rp. 19.293.900,- menjadi Rp. 16.287.148,- atau dengan prosentase penghematan sebesar 15.58 % dan pada minggu ke 20 sampai 24 menghemat sebesar Rp. 2.616.260,- dari Rp. 19.293.900,- menjadi Rp.16.677.640,- atau dengan prosentase penghematan sebesar 13.56 %

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 Jul 2012 01:26
Last Modified: 24 Jul 2012 01:26
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12798

Actions (login required)

View Item View Item