PENERAPAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING(MRP) DALAM PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKUGUNA MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA INDUSTRI JAKET KULIT “ASIA CITRA” KEPANJEN

KUSMIATI, INDRA (2006) PENERAPAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING(MRP) DALAM PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKUGUNA MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA INDUSTRI JAKET KULIT “ASIA CITRA” KEPANJEN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
b.pdf

Download (108kB) | Preview

Abstract

Perencanaan persediaan bahan baku sangatlah penting untuk menjamin kelancaran proses produksi. Industri Jaket Kulit “Asia Citra” - Kepanjen, sedang menghadapi masalah dalam hal pengendalian persediaan yang berdasarkan pada pengalaman terdahulu/ tradisional yang mengakibatkan terjadinya pemborosan pada biaya persediaan, sehingga penulis tertarik mengambil judul “ Penerapan Metode Material Requirement Planning (MRP) dalam Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Guna Meminimumkan Biaya Persediaan Pada Industri Asia Citra- Kepanjen”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan bahan baku yang tepat dan kapan pemesanan bahan baku dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang membandingkan atau memperpadukan teori dan praktek yang ada di perusahaan/ industri. Sedangkan alat analisis yang digunakan sebelum menyusun jadwal pemesanan bahan baku adalah melalui tahap-tahap : 1) Struktur Produk (Bill Of Material), 2) Catatan Keadaan Persediaan (Inventory Master File)s, 3) Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule), 4) Netting (menentukan kebutuhan bersih), 5) Lotting (menentukan ukuran lot), 6) Ofsetting (menentukan saat yang tepat untuk melakukan pemesanan). Berdasarkan hasil perhitungan dapat diambil kesimpulan, bahwa dengan analisis MRP maka dalam memenuhi jadwal pemesanan untuk memproduksi 334 potong jaket kulit selama 3 bulan (Mei, Juni, dan Juli) tahun 2006 diketahui total kebutuhan bersih untuk masing-masing komponen adalah : kulit 4.032,662 ft, kain saten 860,56 M, benang 596.050 CM, dan resleting 302 buah. Sedangkan untuk komponen kancing, lem, dan label tidak memerlukan pemesanan karena persediaan yang dimiliki lebih besar dari yang dibutuhkan. Kemudian untuk melakukan pemesanan bahan baku adalah sesuai lead time, yakni : kulit dipesan paling lambat 4 hari sebelum komponen tersebut digunakan sedangkan kain saten, benang, kancing, resleting, lem, dan label dipesan paling lambat 1 hari sebelum komponen tersebut dirakit. Selanjutnya dari hasil perhitungan juga dapat diketahui bahwa sebelum menggunakan metode MRP perusahaan memerlukan biaya sebesar Rp 142.584.131 dan sesudah menggunakan metode MRP perusahaan memerlukan biaya sebesar Rp 53.417.670. Jadi, terdapat penghematan biaya sebesar Rp 89.166.461.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 17 Jul 2012 03:52
Last Modified: 17 Jul 2012 03:52
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12263

Actions (login required)

View Item View Item