ANALISIS PENGUNGKAPAN WAJIB LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERATURAN BAPEPAM DAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)(Studi empiris pada perusahaan Konstruksi, Telekomunikasi, dan Asuransiyang listing di BEJ)

Ismail, Gafur (2006) ANALISIS PENGUNGKAPAN WAJIB LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERATURAN BAPEPAM DAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)(Studi empiris pada perusahaan Konstruksi, Telekomunikasi, dan Asuransiyang listing di BEJ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PENGUNGKAPAN_WAJIB_LAPORAN_KEUANGANPERUSAHAAN_TERHADAP_PERATURAN_BAPEPAM_DANPERNYATAAN_STANDAR_AKUNTANSI_KEUANGAN.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji indeks ketaatan yang diungkapkan masing-masing emiten sektor industri jasa yang tergolong dalam PSAK No. 34, 35, dan 36 dibanding dengan keseluruhan emiten sektor industri jasa yang tergolong dalam PSAK No. 34, 35, dan 36 dan membuktikan ada tidaknya perbedaan tingkat ketaatan/keluasan pengungkapan wajib di antara sub sektor industri jasa tersebut. Pengujian untuk tujuan yang pertama yaitu dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis dan tujuan yang kedua dengan menggunakan uji Man-Whitney. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ketaatan jika dilakukan pengujian dengan serentak (Kruskal Wallis) dan menghasilkan tidak terdapat perbedaan indeks ketaatan untuk Konstruksi dan Telekomunikasi, terdapat perbedaan indeks ketaatan untuk Kostruksi dan Asuransi, terdapat perbedaan untuk Telekomunikasi dan Asuransi (Man-Whitney). Pengujian lebih lanjut dilakukan dengan Chi Square: Goodness of Fit Test untuk membuktikan apakah perbedaan tersebut disebabkan oleh Klasifikasi Industri. Hasil pengujian membuktikan bahwa perbedaan tingkat ketaatan tersebut tidak disebabkan oleh Klasifikasi Industri jika dilakukan dengan Chi Square: Goodness of Fit Test Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan indeks ketaatan masingmasing emiten sektor industri jasa dibanding dengan keseluruhan emiten sektor industri jasa (0.002 < 0.05), apabila diuji secara serentak. Sedangkan apabila diuji secara parsial tidak terdapat perbedaan indeks ketaatan diantara dua sub sektor yaitu sub sektor Konstruksi dan sub sektor Telekomunikasi (0.624 > 0.05), terdapat perbedaan indeks ketaatan diantara dua sub sektor yaitu sub sektor Konstruksi dan sub sektor Asuransi (0.004 < 0.05), terdapat perbedaan indeks ketaatan diantara dua sub sektor yaitu sub sektor Telekomunikasi dan sub sektor Asuransi (0.008 < 0.05). Pada umumnya perbedaan tingkat ketaatan yang terjadi tidak disebabkan oleh Klasifikasi Industri (0,116 > 0.05).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 14 Jul 2012 03:14
Last Modified: 14 Jul 2012 03:14
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12055

Actions (login required)

View Item View Item