PENGARUH PEMBERIAN DEKOK RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum KLOTSZCH) TERHADAP PENINGKATAN KESUBURAN UTERUS TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus)

ISTIANAH, ISTIANAH (2006) PENGARUH PEMBERIAN DEKOK RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum KLOTSZCH) TERHADAP PENINGKATAN KESUBURAN UTERUS TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PEMBERIAN_DEKOK_RUMPUT_KEBAR.pdf

Download (143kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dekok rumput kebar (Biopytum petersianum klotzch) terhadap peningkatan kesuburan uterus pada tikus putih (Rattus norvegicus). Dan mengetahui pada dosis berapakah tumbuhan rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) berpengaruh terhadap peningkatan kesuburan uterus pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen sungguhan (Tru Eksperiment) yaitu untuk mengetahui kemungkinan saling berhubungan sebab akibat dengan cara menggunakan satu atau lebih kondisi perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberi dekok rumput kebar (Biopytum petersianum Klotzsch) dengan dosis 0,51 ml, 1,02 ml, 1,53 ml dan tidak diberi dekok rumput kebar (kontrol). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji Anava satu faktor dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s dengan taraf signifikan 1%. Diketahui bahwa pada dosis 1,53 ml rumput kebar efektif meningkatkan penebalan endometrium. Perbedaan kemampuan meningkatkan penebalan endometrium pada konsentrasi yang berbeda ini, menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis dekok rumput kebar semakin efektif untuk meningkatkan penebalan endometrium. Ini di karenakan kandungan rumput kebar yaitu proanthocyanidin, fito hormon dan saponin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi dekok rumput kebar mempengaruhi peningkatan kesuburan uterus tikus putih. Dan dosis yang efisien untuk meningkatkan kesuburan uterus adalah pada dosis 1,51 ml. karena pada dosis 1,51 ml memberikan efek yang optimal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 13 Jul 2012 02:49
Last Modified: 13 Jul 2012 02:49
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11966

Actions (login required)

View Item View Item