AKTIVITAS HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) PERUM PERHUTANI PASCA BENCANA ALAM BANJIR DI WILAYAH RESORT POLISI HUTAN LEBAKHARJO BAGIAN KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN DAMPIT (STUDY PADA HUMAS PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN (KPH) MALANG)

WAHYUNI, HERNITA SETYO (2006) AKTIVITAS HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) PERUM PERHUTANI PASCA BENCANA ALAM BANJIR DI WILAYAH RESORT POLISI HUTAN LEBAKHARJO BAGIAN KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN DAMPIT (STUDY PADA HUMAS PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN (KPH) MALANG). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
AKTIVITAS_HUBUNGAN_MASYARAKAT.pdf

Download (73kB) | Preview

Abstract

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak, dan keberadaannya mampu meningkakan kesejahteraan dan kehidupan ekonomi masyarakat khususnya yang tinggal disekitar hutan. Dalam hal ini hutan berfungsi sebagai pengatur tata air, pengendali banjir/erosi, dan pembentukan iklim mikro. Tetapi, hutan juga bisa tidak dapat berfungsi secara maksimal apabila terganggu keseimbangan ekosistem maupun vegetatifnya dikarenakan tindakan perambahan/ penjarahan hutan itu. Dan pada tanggal 22 november 2003 terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor cukup parah terjadi diwilayah RPH Lebakharjo BKPH Dampit KPH Malang. Dalam peristiwa tersebut menenggelamkan tiga desa, menewaskan 3 orang dan 4275 orang warga terisolasi (Jawa Pos edisi 22-23 November 2003). Dalam penelitian ini aktivitas yang perlu dipahami yaitu aktivitas humas secara umum dan aktivitas humas dalam masa krisis, karena kedua jenis aktivitas itu saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lainnya. Aktivitas–aktivitas humas yang dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: 1) penemuan fakta (fact finding) sebagai tahap pencarian fakta dan permasalahan dilapangan; 2) Perencanaan (planning) merupakan proses penyusunan program atau kegiatan yang berpijak pada data atau fakta dilapangan; 3) Komunikasi (communication) merupakan suatu usaha untuk menyampaikan atau menyebarkan pesan kepada publiknya dengan suatu bentuk komunikasi dan media tertentu; 4) Evaluasi (evaluation) sebagai suatu kegiatan untuk menilai atau untuk mengevaluasi kinerja perusahaan yang telah dicapai baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dalam hal ini peneliti ingin memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dikarenakan peneliti cenderung tertarik untuk melakukan penelitian pada latar alamiah ataupun pada konteks suatau keutuhan (entity). Menurut Guba dan Lincoln (dalam lexy J. Moleong, 1998:4), ontologi ilmiah menghendaki adanya kenyataan-kanyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika terpisah dari konteksnya. Tipe penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif dikarenakan dalam memecahkan permasalahan penelitian melalui penggambaran atau pelukisan keadaan obyek berdasarkan fakta yang tampak. Adapun yang menjadi sumber data penelitian adalah Administratur/KKPH, Ajun Administratur/KSKPH, Kaur Humas, staff pelaksana kehumasan, Asper/KBKPH, Mantri/KRPH, dan Mandor. Selanjutnya, instrumen penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisa data menggunakan analisa domain, hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran atau pengertian yang bersifat menyeluruh tentang apa yang tercakup disuatu fokus permasalahan yang sedang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas humas Perum Perhutani KPH Malang pasca bencana alam banjir di wilayah RPH Lebakharjo BKPH Dampit dalam tahap penemuan fakta (fact finding) melibatkan pihak internal perusahaan. Selanjutnya fakta-fakta yang ditemukan adalah situasi dilokasi kejadian, kronologis kejadian, jumlah korban, jumlah personil yang diperbantukan, alat Bantu dan alat komunikasi. Pada tahap perencanaan melibatkan pihak perhutani, masyarakat, Pemda dan instansi terkait, dalam perencanaan tersebut dibagi menjadi dua yaitu perencanaan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang. Dalam tahapan komunikasi ditujukan kepada masyarakat disekitar hutan, pemerintah daerah yang secara langsung mengadakan komunikasi tatap muka dan media massa digunakan sebagai sarana publikasi. Kemudian tahap evaluasi yang dilakukan dengan mengkliping berita dari mediamassa, pemantauan program penanaman hutan dengan Laporan Pertanggungan jawaban (LPJ) melalui RTT (rapat teknik tahunan). Tahap evaluasi dalam hal ini masih sangat lemah, dikarenakan belum dilakukan penilaian atas segala aktivitas yang telah dilakukan oleh pihak yang telah dilibatkan dalam perencanaan.Untuk itu peneliti menyarankan agar humas lebih kreatif dalam menyelesaikan krisis yang menimpa perusahaan sesuai bidangnya, dan bagi Perhutani itu sendiri agar menyusun perencanaan secara matang, dalam hal ini perlu memperhatikan publiknya, juga menetapkan siapa yang menjadi juru bicara perusahaan, dan pesan-pesan yang akan disampaikan kepada publik dan media massa perlu disiapkan agar tidak terjadi subyektifitas dalam pemberitaan. Selanjutnya perhutani KPH Malang dapat mempersiapkan diri bagaimana menghadapi krisis dan mendekatkan diri dengan insan pers, serta melakukan evaluasi menyeluruh yang melibatkan semua pihak yang terkait.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 10 Jul 2012 07:32
Last Modified: 10 Jul 2012 07:32
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11778

Actions (login required)

View Item View Item