PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN FILTRAT BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL SERUM PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI DENGAN CCl4

RAHMAWATI, PUTRI (2007) PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN FILTRAT BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL SERUM PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI DENGAN CCl4. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_DOSIS_DAN_FREKUENSI_PEMBERIAN_FILTRAT_BIJI_BUNGA_MATAHARI.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Hepar merupakan organ yang memiliki fungsi: (1) fungsi vaskuler, (2) fungsi ekskretorik, (3) fungsi metabolik dan (4) fungsi protektor. Kerusakan hepar yang terjadi dapat meliputi kerusakan struktur maupun gangguan fungsi hati. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor antara lain: Virus, hepatoksik; misalnya alkohol, kloroform, dan salah satunya yaitu CCl4, yang dapat menginduksi suatu produk radikal bebas sehingga menyebabkan rusaknya membran sel hepar, karena fosfolipid dan glikolipid sebagai komponen membran sel hepar mengandung asam lemak tidak jenuh yang rentan terhadap pengaruh radikal bebas. Parameter yang dapat digunakan sebagai indikasi terjadinya kerusakan hati akibat CCl4 adalah kadar bilirubin serum. Biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) mengandung senyawa bioaktif Chlorogenic acid yang berkhasiat sebagai antioksidan yang mampu melindungi kerusakan sel hepar akibat radikal bebas (hepatoprotektor). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi serta kombinasi yang paling efektif dari berbagai dosis dan frekuensi pemberian fltrat biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) terhadap kadar bilirubin total serum tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan CCl4. Adapun jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian eksperimen sesungguhnya yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan, yaitu P1 (normal), P5 (CCl4), CCl4+D1F1 (0,1gr/2ml, pemberian 2X sehari), CCl4+D2F1 (0,2gr/2ml, pemberian 2X sehari), CCl4+D1F2 (0,1gr/2ml, pemberian 3X sehari), CCl4+D2F2 (0,2gr/2ml, pemberian 3X sehari) dan terdiri dari 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program SPSS yaitu: Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji anava dua faktor dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 1%. Berdasarkan hasil analisis varian dua jalur diperoleh hasil bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 11,164 >8,68 dan nilai Probabilitas yaitu 0,004 < 0,001, hal ini menunjukkan ada interaksi berbagai dosis dan frekuensi pemberian filtrat biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) terhadap kadar bilirubin total serum pada tikus putih (Rattus norvegicus), dimana rata-rata kadar bilirubin total serum tikus Kontrol positif (normal) = 0,8762 mg/dl, Kontrol negatif (CCl4) = 3,319 mg/dl, CCl4+D1F1 = 2,4107 mg/dl, CCl4+D2F1 = 1,5937 mg/dl, CCl4+D1F2 = 1,1977 mg/dl, CCl4+D2F2 = 0,993 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa antara perlakuan kontrol positif (normal) dengan perlakuan (CCl4+D2F2) tidak berbeda nyata. Dan kombinasi yang paling efektif adalah pada frekuensi 3X sehari dan dosis 0,2g/2ml.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 28 Jun 2012 04:17
Last Modified: 28 Jun 2012 04:17
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10042

Actions (login required)

View Item View Item