PERAN SUTRADARA DALAM MEREPRESENTASI IDENTITAS HARDCORE PADA VIDEO MUSIK STILL BROKEN “BOTH SIDES”

Lesmana, Sukma Pungky (2026) PERAN SUTRADARA DALAM MEREPRESENTASI IDENTITAS HARDCORE PADA VIDEO MUSIK STILL BROKEN “BOTH SIDES”. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of Pendahuluan.pdf]
Preview
Text
Pendahuluan.pdf

Download (7MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (370kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (762kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 6.pdf] Text
Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (367kB) | Request a copy

Abstract

Musik video merupakan medium audiovisual yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai ruang representasi identitas musik dan budaya yang diusung oleh sebuah band. Dalam konteks musik hardcore, musik video kerap direpresentasikan melalui visual yang gelap, agresif, dan penuh energi. Namun, pendekatan tersebut cenderung membentuk stereotip visual yang sempit terhadap identitas hardcore. Oleh karena itu, pengkaryaan ini bertujuan untuk mengkaji dan merealisasikan peran sutradara dalam merepresentasikan identitas hardcore dengan tampilan visual yang berbeda pada video musik Still Broken berjudul “Both Sides”.
Metode yang digunakan dalam pengkaryaan ini adalah metode penciptaan karya, yang meliputi tahapan riset, pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pada tahap riset, dilakukan riset terhadap audience mengenai musik video, karakter musik hardcore, identitas band Still Broken, serta referensi visual musik video hardcore. Tahap pra-produksi difokuskan pada perancangan konsep visual yang mengangkat dualitas identitas melalui dua mood utama, yaitu mood gelap dan mood terang. Tahap produksi dilaksanakan dengan menerapkan keputusan artistik seperti, penggunaan kamera handheld, pencahayaan kontras, serta performa ekspresif talent. Tahap pasca-produksi dilakukan melalui proses editing dan color grading untuk memperkuat atmosfer emosional dan estetika visual yang merepresentasikan nilai hardcore.
Hasil pengkaryaan menunjukkan bahwa identitas hardcore dapat direpresentasikan tidak hanya melalui visual agresif dan gelap, tetapi juga melalui pendekatan visual yang lebih reflektif dan emosional. Peran sutradara terbukti signifikan sebagai mediator antara musik dan visual, melalui pengambilan keputusan artistik yang konsisten dengan nilai-nilai hardcore seperti kejujuran, perlawanan, dan ekspresi emosional. Dengan demikian, karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian musik video hardcore serta menjadi referensi visual alternatif bagi praktisi musik dan penyutradaraan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202010040311283
Keywords: music video, hardcore, representation, director's role, visual identity
Subjects: M Music and Books on Music > M Music
M Music and Books on Music > ML Literature of music
N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
N Fine Arts > NX Arts in general
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: 202010040311283 sukmapungky98
Date Deposited: 29 Jan 2026 09:36
Last Modified: 29 Jan 2026 09:36
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26773

Actions (login required)

View Item
View Item