Djamaludin, Suci Rahmadani (2026) ANALISIS KEBERLANJUTAN BLUE ACCOUNTING PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI, SOSIAL & LINGKUNGAN (STUDI PADA : PETANI RUMPUT LAUT DI KAB. BANGGAI SULAWESI TENGAH). Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
TESIS.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan Blue Accounting dalam budidaya rumput laut di Kabupaten Banggai dengan menggunakan pendekatan Triple Bottom Line yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kabupaten Banggai dipilih karena memiliki potensi besar sebagai sentra produksi rumput laut di Sulawesi Tengah, namun praktik budidaya masih bersifat tradisional dan belum mengintegrasikan sistem pencatatan yang komprehensif. Dalam konteks penelitian ini, (1) aspek ekonomi berfokus pada pencatatan harga jual, pendapatan, biaya produksi, dan keuntungan usaha sebagai dasar efisiensi dan transparansi; (2) aspek sosial menekankan pada kontribusi budidaya terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan hubungan sosial masyarakat pesisir; dan (3) aspek lingkungan mencakup tata kelola ruang laut, praktik budidaya ramah lingkungan, serta pencatatan dampak ekologi dari aktivitas petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik dan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan serta konsistensi antarinforman dan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan Blue Accounting secara umum belum terimplementasi secara formal, namun nilai-nilai dasarnya telah tampak dalam praktik petani melalui transparansi usaha, pencatatan sederhana, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. (1) Dari aspek ekonomi, petani belum melakukan pencatatan sistematis sehingga efisiensi dan keuntungan sulit dievaluasi. (2) Dari aspek sosial, budidaya rumput laut meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat gotong royong, tetapi kelembagaan kelompok tani masih lemah. (3) Dari aspek lingkungan, praktik budidaya masih tradisional dan belum sepenuhnya memperhatikan pengelolaan limbah serta zonasi laut. Triangulasi data memperkuat temuan bahwa pengintegrasian Blue Accounting berpotensi menjadi instrumen keberlanjutan yang efektif di tingkat komunitas pesisir. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan Blue Accounting dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan budidaya rumput laut di Kabupaten Banggai. Integrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam sistem pelaporan diharapkan mampu mendukung kebijakan pembangunan pesisir yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Student ID: | 202410720110004 |
| Keywords: | Keberlanjutan, Blue Accounting, Budidaya Rumput Laut, Triple Bottom Line, |
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting |
| Divisions: | Directorate of Postgraduate Programs > Master of Accounting (62101) |
| Depositing User: | zawawi Moh. Zawawi, A.Md |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 09:49 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 09:49 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26471 |
