ANALISIS YURIDIS SENGKETA MEREK “GOTO” ANTARA PT TERBIT FINANCIAL TECHNOLOGY DENGAN GOJEK DAN TOKOPEDIA DI TINJAU DARI PRINSIP NON-CONFUSING SIMILARITY

Revido Azriel Aqsyal, Revido (2025) ANALISIS YURIDIS SENGKETA MEREK “GOTO” ANTARA PT TERBIT FINANCIAL TECHNOLOGY DENGAN GOJEK DAN TOKOPEDIA DI TINJAU DARI PRINSIP NON-CONFUSING SIMILARITY. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of pendahuluan.pdf]
Preview
Text
pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of bab 1.pdf]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (443kB) | Preview
[thumbnail of bab 2.pdf]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (521kB) | Preview
[thumbnail of bab 3.pdf] Text
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (517kB) | Request a copy
[thumbnail of bab 4.pdf] Text
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB) | Request a copy
[thumbnail of lampiran-lampiran.pdf] Text
lampiran-lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (587kB) | Request a copy

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sengketa Merek “GOTO” antara PT Terbit Financial Technology dengan Gojek dan Tokopedia atas adanya Konsep Hukum Non-Confusing Similarity yang peneliti gunakan dalam meneliti sengketa merek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif yang bersifat deskriptif, Jenis data sekunder meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan Bahan Hukum yang digunakan adalah melalui studi kepustakaan, instrumen penelitian berupa Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Kemudian serta contoh kasus GOTO yang dianalisis melalui putusan nomor 71/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam sengketa ini kedua belah pihak yang bersengketa dapat tetap berhak atas merek GOTO tersebut karena merek GOTO milik Gojek dan tokopedia tidak menimbulkan kebingungan bagi khalayak ramai dan juga dalam hal ini tidak adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Gojek dan Tokopedia, sehingga kedua belah pihak yang bersengketa tetap dapat berjalan dengan berdampingan secara positif. kemudian saran untuk para pelaku usaha kedepannya dapat lebih memahami mengenai prosedural pendaftaran merek dagang serta apa bila ada pihak-pihak yang keberatan atas adanya suatu permohonan merek, akan lebih terstruktur dan sesuai tahapan jika menyampaikan keberatannya tersebut pada masa proses pendaftaran merek, dan juga kepada Pihak Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) akan lebih baik jika pada tahap proses pemeriksaan pendaftaran merek lebih selektif kedepannya supaya meminimalisir terjadinya sengketa seperti merek GOTO.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 201910110311235
Keywords: Merek Terdaftar, Non-Confusing Similarity, GOTO
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 201910110311235 revidoazriel
Date Deposited: 21 Aug 2025 08:21
Last Modified: 22 Aug 2025 01:25
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/23137

Actions (login required)

View Item
View Item