Pemaknaan Krisis Kesadaran Digital Anak Muda Dalam Musik Video “Berani Bersuara” (Studi Semiotika Pada Musik Video Berani Bersuara – Laleilmanino, JKT48)

Nadia, Siti Arifa (2025) Pemaknaan Krisis Kesadaran Digital Anak Muda Dalam Musik Video “Berani Bersuara” (Studi Semiotika Pada Musik Video Berani Bersuara – Laleilmanino, JKT48). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf]
Preview
Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (265kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (390kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (540kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (173kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana musik video Berani Bersuara karya Laleilmanino dan JKT48 merepresentasikan fenomena krisis kesadaran digital di kalangan generasi muda melalui simbol-simbol visual. Di era digital yang serba cepat, ekspresi daring tidak selalu dibarengi dengan kesadaran etis, dan dalam banyak kasus justru mencerminkan ketidaksiapan dalam bertanggung jawab atas ujaran maupun tindakan di ruang maya. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis delapan adegan utama dalam video musik tersebut berdasarkan tiga tingkatan makna: denotatif, konotatif, dan mitos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol visual dalam video—seperti topeng harimau, infus logo media sosial, ember penutup kepala, hingga teks “Terangi Dunia”—menyampaikan kritik halus terhadap perilaku digital yang impulsif, pasif, dan kurang reflektif. Simbol-simbol tersebut membentuk narasi tentang bagaimana identitas digital dibangun, dipertontonkan, dan kadang-kadang kehilangan kendali. Namun, sebagian besar pesan yang terkandung masih bersifat normatif dan belum menjadi mitos sosial yang melekat secara luas dalam budaya digital Indonesia.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik video Berani Bersuara bukan hanya sarana kampanye literasi digital, melainkan juga medium visual yang menggugah refleksi atas krisis kesadaran digital yang tengah berlangsung. Temuan ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat strategi edukatif yang tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman etis dalam berperilaku di ruang digital.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202010040311325
Keywords: Kata kunci: musik video, semiotika, Roland Barthes, krisis kesadaran digital, generasi muda
Subjects: M Music and Books on Music > M Music
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: 202010040311325 nadiasitiarifa
Date Deposited: 28 Jul 2025 07:56
Last Modified: 28 Jul 2025 07:56
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/20538

Actions (login required)

View Item
View Item