Sya' Roni, M. Mizan (2025) MAKNA SIMBOLIK SANDINGAN DALAM TRADISI SAKA MLIGI: STUDI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI BUDAYA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
PENDAHULUAN.pdf
Download (5MB) | Preview
BAB I.pdf
Download (335kB) | Preview
BAB II.pdf
Download (410kB) | Preview
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (355kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (344kB) | Request a copy
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini mengkaji makna simbolik elemen sandingan dalam tradisi Saka Mligi
yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kota Batu. Tradisi ini
merupakan praktik budaya turun-temurun yang sarat nilai spiritual dan sosial. Fokus penelitian
terletak pada penafsiran simbol-simbol sandingan melalui pendekatan semiotika Roland
Barthes serta dianalisis dalam perspektif komunikasi budaya Clifford Geertz.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretatif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan
dokumentasi visual. Data dianalisis berdasarkan tiga tahapan pemaknaan menurut Barthes:
denotatif (makna literal), konotatif (makna kultural), dan mitos (makna ideologis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen sandingan, seperti buceng, bunga,
buah, hewan, dan benda-benda ritual lainnya, memiliki makna simbolik yang kompleks.
Misalnya, tumpeng melambangkan doa dan ketundukan kepada Tuhan, pisang raja mewakili
kepemimpinan dan kemuliaan, sedangkan bunga setaman melambangkan kesucian dan
moralitas. Pada tingkat mitos, simbol-simbol tersebut membentuk sistem kepercayaan yang
mengarahkan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan, spiritualitas, dan hubungan
dengan leluhur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sandingan dalam tradisi Saka Mligi tidak
hanya berfungsi sebagai pelengkap ritual, melainkan sebagai media komunikasi budaya yang
menyampaikan pesan sosial, religius, dan ideologis. Dengan demikian, sandingan berperan
penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal serta memperkuat identitas
kolektif masyarakat Mojorejo. Penelitian ini juga menjadi kontribusi dalam pelestarian budaya
dan pengembangan kajian komunikasi simbolik di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Student ID: | 201810040311196 |
| Keywords: | Sandingan, Saka Mligi, Semiotika Roland Barthes, Komunikasi budaya, Simbol, Mitos. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201) |
| Depositing User: | 201810040311196 muhammadmizan |
| Date Deposited: | 25 Jul 2025 09:32 |
| Last Modified: | 25 Jul 2025 09:32 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/20415 |
