SUREALISME PADA FILM (Analisis Deskriptif Pada Alur Cerita Film Banyu Biru Karya Teddy Soeriatmadja)

Risky Hendiarno, Yanoar (2007) SUREALISME PADA FILM (Analisis Deskriptif Pada Alur Cerita Film Banyu Biru Karya Teddy Soeriatmadja). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
SUREALISME_PADA_FILM1.pdf

Download (84kB) | Preview

Abstract

Surealisme itu sendiri merupakan semangat seni atau bentuk estetika yang terdapat dalam karya seni. Dalam pendekatan surealisme ini adalah gambaran mengenai seni yang berbentuk pada ketidaksadaran dari realitas manusia. Sehingga pada gambaran seni surealisme ini memiliki bentuk artistik yang keluar dari kaidah­kaidah rasionalitas yang ada pada kenyataan manusia. Pada film Banyu Biru karya Teddy Soeriatmadja ini banyak menampilkan visual­visual yang simbolis tentang cerita yang terdapat di dalam film tersebut. Beberapa adegan dalam film ini seperti ketika tokoh Banyu berada di perahu pada sebuah laut, merupakan bentuk simbolis dari kesadaran seorang Banyu yang berada pada masa lalunya. Pada film ini pun banyak model penyajian cerita yang tidak linier atau tidak memiliki sekuen yang logis, sehingga mengajak para penonton untuk berpikir dan berteka­teki tentang maksud cerita dalam film ini. Berkaitan dengan penggambaran diatas, maka penelitian ini berminat untuk mengambil tema tentang surealisme yang terdapat dalam film Banyu Biru karya Tedy Soeriatmadja. Penelitian ini adalah untuk mengkaji alur cerita surealisme yang terkandung pada film Banyu Biru, sehingga pada penelitian ini diberikan peluang yang sebesarnya untuk melakukan interpretasi. Sedangkan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang memaparkan situasi dan peristiwa. Bogdan dan Tylor mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata­kata tertulis/lisan dari orang­orang dan perilaku yang diamati (Moleong, 2000:3). Pada penggambaran film Banyu Biru ini, Banyu mengalami halusinasi dan tiba­tiba berada dalam dunia dimana ia sedang mencari ayahnya. Penggambaran Banyu yang terhalusinasi dalam film diungkapkan melalui adanya adegan para orang­orang di kantor dan disekeliling Banyu yang sedang menari. Kemudiaan dalam film Banyu Biru ini banyak terdapat tokoh­tokoh yang fiktif yang secara rasional sangat tidak logis ditemukan dalam dunia nyata. Adanya tokoh fiktif tersebut misalnya adalah adanya tokoh Tukang Warung yang sangat tidak rasional menggambarkan karakter preman, kemudiaan dalam perjalanan mencari sang ayah, Banyu bertemu dengan teman lamanya bernama Arif. Karakter tokoh Arif ini adalah gambaran tentang panduan antara wanita dan pria (waria), pada narasi film digambarkan bahwa Arif adalah seorang teman yang sangat bijak yang banyak memberikan inspirasi kepada Banyu tentang makna hidup dan cinta kepada seseorang. Selanjutnya tokoh fiktif lainnya adalah pemilik dan pengemudi kapal sebagai alat transportasi Banyu untuk menemui ayahnya. Dari beberapa gambaran tokoh dan kemudian alur cerita pada film ini, banyak mengungkapkan ketidakrasionalan yang menjadi sebuah bentuk surealisme sebagai karakter yang terdapat dalam film. Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka bisa di tarik kesimpulan sebagai berikut: Penggambaran makna mengenai surealisme pada film Banyu Biru karya Tedi Soeriatmaja diungkapkan melalui alur cerita dan adegan yang bersifat tidak liner serta para tokohyang sangat fiktif. Sehingga dalam proses penceritaan dalam film Banyu Biru banyak adegan yang saling terpisah antara satu dengan yang lain, namun memiliki kesamaan secara makna. Kemudian representasi dan gambaran mengenai surealisme dalam film Banyu Biru ini juga terlihat secara subyektif melalui tokoh utama bernama Banyu yang menggambarkan tentang karakter manusia yang dalam kesadaran akan kenyataannya banyak dipengaruhi oleh alam bawah sadar akan impiannya. Sehingga gambaran akan kenyataan tokoh Banyu dalam film ini adalah kenyataan yang berasal dari gambaran­gambaran simbolis akan harapan dan keinginannya dalam hidup.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jun 2012 07:29
Last Modified: 26 Jun 2012 07:29
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9690

Actions (login required)

View Item View Item