KAJIAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) DI KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK

SYAMSIYAH, SITI (2007) KAJIAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) DI KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KAJIAN_KUALITAS_MIKROBIOLOGI_AIR_PDAM.pdf

Download (130kB) | Preview

Abstract

Air PDAM adalah air yang diambil dari mata air atau sumber dan di kelola oleh suatu Perusahaan Daerah Air Minum yang mana air tersebut telah disterilkan dengan bahan kimia yang disebut clor dan didistribusikan kepada masyarakat dan digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari termasuk sebagai sumber bahan baku air minum. Akan tetapi dalam kenyataannya pemakaian air PDAM tersebut tidak diiringi dengan usaha-usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan terhadap kualitas air. Penurunan kualitas air dapat dilihat dari adanya air yang mengalami pencemaran. Penurunan kualitas dari PDAM di Kecamatan Gandusari selain disebabkan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat terhadap lingkungan juga disebabkan oleh adanya kepadatan jumlah penduduk yang mengakibatkan tingginya sumber pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologis air PDAM di Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian diskriptif dengan cara menghitung jumlah koliform total dan koliform tinja berdasarkan nilai MPN koliform. Sampel dalam penelitian ini adalah 9 sampel yang di ambil dari air kran konsumen PDAM dengan ulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan di laboratortium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang dari tanggal 30 April – 10 Mei 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air PDAM yang terdapat di Kecamatan Gandusari kurang layak untuk digunakan sebagai air baku air minum, karena dari kesembilan sampel yang telah diamati mengandung adanya koliform total yaitu 1,1x107 per 100 ml air yaitu sampel yang diambil dari Desa Wonorejo, dan Kaliform tinja tertinggi di Desa Wonorejo dan Sukorejo masing-masing 8,0x 107 per 100 ml air, jumlah tersebut menyimpang dari Peraturan Pemerita RI No 20 Tahun 1990yaitu jumlah maksimal adanya bakteri koliform tinja yang diperbolehkan untuk air baku air minum 2000 per 100 ml Sampel, Sedangkan untuk Total koliform 10000 per 100 ml Sampel.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 22 Jun 2012 03:09
Last Modified: 22 Jun 2012 03:09
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9045

Actions (login required)

View Item View Item