KAJIAN KRIMINOLOGIS TENTANG MODUS PENYALAH GUNAAN NARKOTIKA DI WARUNG KOPI CETHE TULUNGAGUNG( Studi Kasus Di Polres Tulungagung )

WIDYATMOKO, BAGUS (2007) KAJIAN KRIMINOLOGIS TENTANG MODUS PENYALAH GUNAAN NARKOTIKA DI WARUNG KOPI CETHE TULUNGAGUNG( Studi Kasus Di Polres Tulungagung ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KAJIAN_KRIMINOLOGIS_TENTANG_MODUS_PENYALAHGUNAAN_NARKOTIKA.pdf

Download (223kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini mengambil judul : “Kajian Kriminologis Tentang Modus Penyalahgunaan Narkotika di Warung Kopi Cethe Tulungagung. (Studi Kasus di Polres Tulungagung)”, dengan topik permasalahan: (1) Bagaimanakah modus penyalahgunaan narkotika yang ada di warung kopi cethe, di Kabupaten Tulungagung dan (2) Bagaimanakah jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Tulungagung serta bagaimana upaya pihak Kepolisian Polres Tulungagung dalam mengantisipasi meluasnya peredaran tersebut ? Lokasi penelitian di tiga warung kopi cethe yang ada di wilayah hukum polres Tulungagung. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai metode/teknik meliputi: a) Quesioner/Angket, yaitu dengan cara mengedarkan pertanyaan kepada 60 orang (responden) sample yang mengunjungi lokasi penelitian dan sudah peneliti anggab mewakili pengunjung warung kopi cethe yang ada di Tulungagung. b) Observasi meliputi: pengamatan secara langsung terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan pengunjung di lokasi penelitian, pada 5 Mei 2006 sampai dengan 6 Juni 2006. c) Wawancara meliputi wawancara langsung dengan responden di lokasi penelitian serta wawancara dengan pihak-pihak terkait misalnya dengan pihak kepolisian. d) Dokumentasi meliputi : dokumen yang peneliti peroleh dari pihak Kepolisian berkaitan dengan kasus penyalahgunaan narkotika yang ada di wilayahnya. Metode analisa menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dari hasil penelitian dilapangan diolah, kemudian di padukan dengan teori dan hukum untuk mendapatkan jawaban permasalahan yang telah dikemukakan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dari sample 60 orang yang diedari angket, 48 orang melakukan penyalahgunaan narkotika di warung kopi cethe Tulungagung sebagai sample semuanya melakukan bentuk penyalahgunaan narkotika dengan modus yang mereka lakukan adalah a.) Datang ke warung kopi setelah mengkonsumsi narkotika. Diperoleh data sebagai berikut: Kebanyakan dari responden mengaku aman bila mengkonsumsi narkotika di rumah teman kemudian baru dibawa ke warung kopi yaitu 30 orang (62,5%) dari 48 responden yang melakukan penyalahgunaan narkotika dengan modus seperti ini, sedangkan yang kedua yaitu 15 orang (31,25%) adalah warung kopi yang mempunyai proporsi terbesar diikuti sekolah dengan prosentase 10 orang (20,8%) dan selebihnya adalah tempat lain. b) Terang-terangan mengkonsumsi di warung kopi. Selanjutnya jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Tulungagung adalah dengan sistem (friend to friend). Data yang diperoleh adalah sebagai berikut: Yaitu sebanyak 28 (58,3%) dari 48 responden pertama kali mengkonsumsi narkotika jenis Dextro diberi gratis oleh teman, hanya sekitar 8 orang (16,6%) saja yang mengkonsumsi pertama kali dengan membeli dan termasuk transit antar kota, karena jaringan peredaran narkotika di Tulungagung masuk melalui segi tiga emas, yaitu Kediri, Malang dan Mojokerto. Upaya pihak Kepolisian Polres Tulungagung dalam mengantisipasi meluasnya peredaran narkotika kurang efektif, dalam hal ini adalah dalam upaya preventifnya, karena pihak kepolisian hanya sebatas menangkapi para pelakunya saja serta kurang adanya kesadaran dari para orang tua untuk memberikan pengawasan pada anak-anaknya, dalam kerjasama membantu pihak kepolisian untuk bersama-sama menanggulangi penyalahgunaan narkotika (lemahnya kultur dan strukturnya). Kemudian disarankan bahwa untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika harus ada peran aktif orang tua karena keluarga merupakan lingkup terkecil dari hubungan sosial yang ada di masyarakat, serta dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan pengawasan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika di lingkungannya. Dengan demikian pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan setempat, untuk membrantas segala bentuk kejahatan khususnya penyalahgunaan narkotika.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 04:43
Last Modified: 18 Jun 2012 04:43
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8318

Actions (login required)

View Item View Item