PELAKSANAAN STANDAR MUTU PRODUK DEPOT AIR MINUM MENURUT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO.907 TAHUN 2002 (STUDI KASUS: PERLINDUNGAN KONSUMEN DEPOT AIR MINUM DI SEKITAR KAWASAN KAMPUS MALANG)

YUNIAR TRI MAHARANI, EKA (2007) PELAKSANAAN STANDAR MUTU PRODUK DEPOT AIR MINUM MENURUT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO.907 TAHUN 2002 (STUDI KASUS: PERLINDUNGAN KONSUMEN DEPOT AIR MINUM DI SEKITAR KAWASAN KAMPUS MALANG). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PELAKSANAAN_STANDAR_MUTU_PRODUK_DEPOT_AIR_MINUM.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Air merupakan kebutuhan mahluk hidup yang sangat fital, sehingga banyak sekali upaya yang dilakukan untuk mendapatkannya. Terlebih lagi kebutuhan akan air minum saat ini dalam pemenuhanya dirasa mulai sulit terutama di daerah yang padat penduduk dengan aktifitas yang padat yaitu daerah perkotaan. Hal ini memberikan peluang yang menjanjikan bagi pelaku usaha air minum, baik pelaku usaha yang menyediakan air minum dalam kemasan maupun dalam bentuk curah yang kita kenal dengan depot air minum. Misalnya saja di Malang dengan aktifitas penduduknya yang sangat padat mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan hal yang lebih mudah dan praktis. Salah satunya air minum, keadaan ini dapat kita temui di daerah kawasan kampus 2 Universitas Muhammadiyah malang, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang. Dengan bukti di sana mulai berkembangnya usaha depot air minum. Obyek penelitian sekaligus menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pelaksanaan standar mutu produk depot air minum di sekitar kawasan kampus Malang menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.907 Tahun 2002? Bagaimanakah bentuk-bentuk penyimpangan yang terjadi dalam kalangan usaha depot air minum? dan Bagaimanakah upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan ASPADA terhadap pelaku usaha terkait dengan perlindungan bagi konsumen, yang menjalankan usaha produk air minum dikawasan kampus Malang? Sedangkan metode yang digunakan adalah menggunakan metode yuridis sosiologis, yaitu yang dalam proses menjawab permasalahan maka digunakan sudut pandang berdasar peraturan yang berlaku dibidang perlindunganan konsumen dan keamanan pangan, yang kemudian dibuktikan dengan fakta yang ada di masyarakat terkait dengan permasalahan yang akan dibahas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 4 depot air minum yang dilakukan uji mutu air secara biologis maka dihasilkan dua sampel air yang memenuhi syarat standar kualitas air minum yaitu nol kol/ml hal ini sesuai dengan ketentuan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI No.907 Tahun 2002, dan dua sample yang lain tidak memenuhi syarat standar kualitas air minum yang mana hasil yang didapat 36 kol/ml dan 20kol/ml hal ini menunjukkan dalam air minum tersebut mengandung bakteri E.colli dan Coliform yang dapat membahayakan konsumen. Bakteri tersebut sebagai parameter kualitas dari kadar air minum. Sedangkan penyimpangan yang terjadi yang telah dilakukan penelitian terhadap 8 depot air minum yang dapat merugikan jika tidak diperhatikan antara lain terkait dengan kebersihan alat dan bangunan, kondisi lokasi, cara pelayanan terhadap konsumen, dan kualitas produk air minum, tidak ada keterangan yang lengkap atas produk yang dihasilkan, penggunaan wadah milik perusahaan lain dan penggunaan label pada tutup botol. Hal ini menunjukkan perlunya pengawasan dan pembinaan dari dinas terkait. Upaya awal yang dapat dilakukan adalah pendataan dan pemberlakuan sertifikat laik sehat dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Upaya ini tentunya sangat efektif dalam fungsi kontrol dan kemudian pemberlakuan pengurusan ijin operasional yang berdasarkan pada Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 651/MPP/10/2004. Sedangkan untuk pengendalian terhadap mutu produk dapat dilakukan upaya pengawasan dan pembinaan berdasar pada Pasal 4 Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 dan Perda Kabupaten Malang Nomor. 15 Tahun 2003. Peran serta YLK dan ASPADA juga dibutuhkan dalam pempublikasian hal-hal yang terkat dengan pengadaan depot air minum baik pada konsumen maupun pelaku usaha. Dan yang terpenting adanya pro aktif baik dari dinas terkait, YLK dan ASPADA, pelaku usaha dan juga konsumen dalam meminimalisir hal-hal yang dapat merugikan konsumen.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jun 2012 02:25
Last Modified: 16 Jun 2012 02:25
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8071

Actions (login required)

View Item View Item