PEMBERIAN “AMPLOP’’ KEPADA WARTAWAN DITINJAU DARI KODE ETIK JURNALISTIK DALAM PERSPEKTIF UU NO. 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS INDONESIA Studi pada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) – Malang)

KURNIAWAN, DIAN (2009) PEMBERIAN “AMPLOP’’ KEPADA WARTAWAN DITINJAU DARI KODE ETIK JURNALISTIK DALAM PERSPEKTIF UU NO. 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS INDONESIA Studi pada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) – Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img] Text
PEMBERIAN_“AMPLOP’’_KEPADA_WARTAWAN_DITINJAU_DARI.pdf - Published Version

Download (180B)

Abstract

Dalam dunia jurnalistik terdapat berbagai macam pelanggaran etika jurnalistik, seperti halnya pemberian amplop kepada wartawan sebagaimana yang dibahas oleh penulis. Fenomena pemberian amplop kepada wartawan ini menarik karena jika dipandang dari perspektif hukum, maka pelanggaran semacam itu ternyata tidak termuat secara rinci dalam peraturan perundang-undangan yang ada Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena pemberian ‘amplop’ kepada wartawan serta faktor-faktor penyebab tindakan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Lokasi penelitian adalah AJI Malang. Dalam penelitian, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian penulis, dapat diketahui bahwa Faktor-faktor penyebab fenomena pemberian ‘amplop’ kepada wartawan adalah fenomena pemberian ‘amplop’ telah mengakar. Tidak adanya sanksi bagi institusi serta wartawan. Disamping itu juga kurangnya dana perasional bagi Wartawan dan wilayah kerja wartawan yang luas. Upaya AJI dalam menghadapi fenomena pemberian ‘amplop’ kepada wartawan adalah mengeluarkan larangan bagi wartawan untuk menerima ‘amplop’, disamping itu AJI melakukan kampanye tolak ‘amplop’. AJI juga sepakat untuk memberikan sanksi terhadap wartawan di wilayah Malang yang menerima ‘amplop’ serta AJI turut memperjuangkan pembentukan Undang-Undang Pers baru yang mencantumkan sanksi untuk pemberi dan penerima ‘amplop’. Penulis mengajukan saran agar para praktisi hukum membuat peraturan perundangan baru yang mendukung penghapusan budaya pemberian ‘amplop’ kepada wartawan. Untuk lembaga pers, hendaknya meningkatkan kesejahteraan wartawan agar bisa menghindari fenomena pemberian ‘amplop’. ABSTRAC In journalistic what laid in the ethical code didn’t have a clear sanction. It force various breaking of ethical code, like ‘envelope’ gift to the journalist as the writer stated. The phenomena create the writer’s interest since if it was seen from law perspective, this kind of violation wasn’t stated in existing law. This research aimed to reveal the ’envelope’ gift phenomena to the journalist and also the factors caused the action. In this research, the writer used socio-juridical approach. The location was Independent Journalist Alliance (Aliansi Jurnalis Independen - AJI) as the mother of journalist institution in Malang City. In the research, the writer used quantitative descriptive data. From the research, there could be found that factors caused ‘envelope’ gift to the journalist phenomena was the phenomena had rooted and considered as duty of various institutions. Beside, there was no sanction from institution and also the journalist. Lack of operational fund for journalist and wide-work region. Independent Journalist Alliance (Aliansi Jurnalis Independen-AJI) effort in facing ‘envelope’ gift phenomena to the journalist was making prohibition for the journalist to receive ‘envelope’ in finding news, beside, Independent Journalist Alliance (Aliansi Jurnalis Independen-AJI) also did ‘envelope’ rejection campaign together. Independent Journalist Alliance (Aliansi Jurnalis Independen-AJI) also had deal to give sanction to journalist in Malang who received ‘envelope’ since law and rule existed couldn’t punish them. Independent Journalist Alliance (Aliansi Jurnalis Independen-AJI) also struggled for new rule which gave sanction. The writer suggested the law practitioner to make new rule that support the erased of “envelope” gift culture to journalist, since it influenced the journalist image in society. For press institution, they should increase the journalist’s wealth to avoid the ‘envelope’ gift phenomena

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Anwar Jasin
Date Deposited: 15 Jun 2012 08:39
Last Modified: 15 Jun 2012 08:39
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8050

Actions (login required)

View Item View Item