MANFAAT PISANG AFKIR DAN DISTRIBUSINYA (Studi Kasus Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang)

EFENDI, ANDI (2007) MANFAAT PISANG AFKIR DAN DISTRIBUSINYA (Studi Kasus Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
MANFAAT_PISANG_AFKIR_DAN_DISTRIBUSINYA.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Salah satu sifat produk pertanian adalah mudah rusak. Untuk itu upaya untuk memenuhi konsumsi antara lain melalui pengolahan hasil pertanian. Ditinjau dari segi ekonomi, pengolahan hasil pertanian dapat meningkatkan nilai tambah yaitu meningkatkan daya awet komoditas pertanian dan memberikan keuntungan bagi pengolah. Pengolahan kripik pisang merupakan salah satu tindakan yang tepat dalam meningkatkan daya guna pisang afkir sehingga menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan memiliki nilai tambah sehingga diharapkan dapat merangsang kegiatan agroindustri, terutama pengolahan kripik pisang. Permasalahan-permasalahan dalam penelitian ini adalah Berapa besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan Pisang afkir. Berapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh produsen. Bagaimana pendistribusian kripik pisang. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah. Untuk mengetahui berapa besar nilai tambah yang di peroleh dari pisang afkir.Untuk mengetahui besarnya tingkat keuntungan yang diperoleh produsen. Untuk mengetahui pendistribusian kripik pisang. Metode pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Penentuan lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu daerah sentra penghasil pisang sebagai bahan baku dan banyak industri rumah tangga yang bergerak pada agroindustri kripik pisang. populasi dalam penelitian ini adalah produsen/ pengusaha kripik pisang yang ada di Desa Burno di Kecamatan Senduro dan berproduksi secara kontinyu dalam jumlah besar serta bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh peneliti. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu seluruh produsen kripik pisang diambil sebagai responden. Metode pengumpulan data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan mengadakan wawancara langsung dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan, melalui pertanyaan tentang kemana responden menjual kripik pisang, bagaimana caranya, bagaimana proses pengolahan yang dilakukan dalam menghasilkan kripik pisang. Data sekunder diperoleh dari data potensi daerah dan instansi terkait, meliputi keadaan geogratis, keadaan penduduk dan lain-lain. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis nilai tambah. Berdasarkan penelitian hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Industri kripik pisang mempunyai nilai tambah, hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian besarnya nilai tambah untuk perusahaan Sari Wangi yaitu Rp 394 sedangkan besarnya nilai tambah untuk perusahaan Raja Rasa yaitu Rp 871 per kg kripik pisang, (2) Industri kripik pisang menguntungkan, hal ini dapat diketahui bahwa keuntungan yang diterima produsen kripik pisang untuk perusahaan Sari Wangi sebesar Rp 230.500 dengan total biaya Rp 8.269.499, dan penerimaan sebesar Rp 8.500.000. Keuntungan yang diterima perusahaan Raja Rasa sebesar Rp 542.778 dengan total biaya Rp 3.457.222 dan penerimaan Rp 4.000.000.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 24 May 2012 06:56
Last Modified: 24 May 2012 06:56
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5884

Actions (login required)

View Item View Item