STUDI POTENSI BAMBU (Bambusa sp) DI BLOK IRENG – IRENG TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

Asmara Dina, Arifa (2006) STUDI POTENSI BAMBU (Bambusa sp) DI BLOK IRENG – IRENG TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STUDI_POTENSI_BAMBU.pdf

Download (79kB) | Preview

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2005 di blok Ireng-ireng Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi bambu di blok Ireng-ireng dan untuk mengetahui segi pengelolaan yang dilakukan pihak Taman Nasional BromoTengger Semeru dalam melestarikan populasi bambu di wilayahnya. Metode pengambilan petak contoh menggunakan metode sampling dengan intensitas sampling 10%. Metode penghitungan dilakukan dengan rumus menghitung luas contoh, kerapatan, kerapatan relatif, frekwensi, frekwensi relatif, dominansi, dominansi relatif dan indek nilai penting. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ditemukan 3 jenis bambu yaitu bambu tali, jajang dan betung. Potensi bambu tali sebesar 115,69 rumpun/Ha atau 6.304 batang/Ha, bambu jajang mempunyai 46 rumpun/Ha atau 1034 batang/Ha dan bambu betung paling jarang ditemukan yaitu sekitar 2 rumpun/Ha atau 112 batang/Ha. Potensi permudaan bambu di blok Ireng-ireng tidak ditemukan, karena rebung yang tumbuh jarang dijumpai dan ada kemungkinan masyarakat mengambil rebung tersebut untuk dikonsumsi atu pun dijual. Tingkat kerusakan tertinggi ditemukan pada jenis bambu tali, karena bambu tali mempunyai banyak manfaat, sehingga masyarakat banyak yang mengambil untuk dijual baik berupa batangan atau pun berupa kerajinan tangan. Tingkat kerapatan relatif terapat dimiliki oleh bambu tali sebesar 97, 279%, bambu jajang 2, 455% dan bambu betung 0,266%. Frekwensi relatif dari bambu tali 84,672%, bambu jajang dan bambu betung sama yaitu 7,664%. Untuk dominansi relatif bambu tali 97,601%, bambu jajang 2,068% dan bambu betung 0,331%. Indeks nilai penting dari ke 3 jenis bambu sebesar 300%. Strategi yang dilakukan TNBTS diantaranya menjaga habitat bambu dari penebangan illegal oleh masyarakat, mengadakan pengamanan hutan, memberikan bantuan kepada daerah penyangga berupa ternak atau pun bibit, mengadakan penyuluhan tentang arti pentingnya hutan. Manfaat bambu sangat banyak sekali diantaranya untuk kerajinan tangan (sesek, keranjang, penutup makanan), sebagai jembatan, pagar, peralatan rumah tangga, bahan baku kertas bahkan dijadikan mebel. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa : perlu adanya sanksi hukum bagi pelaku yang mencoba mengambil hasil hutan secara illegal, adanya pengamanan hutan secara rutin, menyarankan kepada masyarakat supaya membudidayakan bambu di kebunnya sendiri dan memberikan ketrampilan kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Forestry
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 May 2012 03:24
Last Modified: 24 May 2012 03:30
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5804

Actions (login required)

View Item View Item