TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP SENGKETA TANAH ULAYAT YANG TIMBUL PASCA KERUSUHAN AMBON (STUDI DI DESA BATU MERAH KOTA AMBON)

BAGIR, AHMAD (2007) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP SENGKETA TANAH ULAYAT YANG TIMBUL PASCA KERUSUHAN AMBON (STUDI DI DESA BATU MERAH KOTA AMBON). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
Tinjauan_Yuridis_Sosiologis_Terhadap_Sengketa_Tanah.pdf

Download (70kB) | Preview

Abstract

Objek penelitian serta yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Faktor – faktor apa sajakah yang menjadi penyebab timbulnya sengketa tanah ulayat di Desa Batu Merah, Kota Ambon?. Bagaimana cara yang ditempuh oleh masyarakat Desa Batu Merah dalam menyelesaikan sengketa tanah ulayat yang timbul pasca kerusuhan?. Serta kendala apa sajakah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Batu Merah dalam menyelesaiakan sengketa tanah ulayat tersebut? Sedangkan metode yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif analisis. Hasil penelitian lapangan yang berupa data diyakini belum dapat memberikan pemecahan terhadap permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian di lapangan ini kemudian diolah, kemudian dipadukan dengan hasil penelitian kepustakaan yang tujuannya adalah mendapatkan jawaban permasalahan yang telah dikemukakan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sengketa tanah yang terjadi dalam kurun waktu 2001 – 2004 sejumlah 5 kasus sengketa. Faktor – faktor yang menjadi penyebab timbulnya sengketa tanah ulayat adalah penyerobotan tanah dengan jalan mengelabui sebanyak 1 kasus, sedangkan 4 kasus yang lain disebabkan oleh penguasaan secara melawan hak. Dalam menyelesaikan sengketa tanah ulayat yang terjadi, masyarakat lebih memilih menyelesaikan secara tradisional, yaitu dengan musyawarah baik diantara oara pihak itu sendiri (bakubae) maupun dengan bantuan pihak ketiga yaitu Raja atau Kepala Desa. Sedangkan penyelesaian melalui pengadilan adalah upaya yang paling akhir ditempuh oleh masyarakat Batu Merah dengan alasan membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang lebih banyak. Cara – cara tradisional yang dipilih oleh masyarakat Batu Merah ini dirasakan cukup efektif terbukti dari 5 sengketa yang terjadi, 4 (empat) diantaranya berhasil diselesaikan secara musyawarah. Dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat ini khususnya yang menggunakan cara – cara tradisional, Raja/Kepala Desa berperan sangat penting, karena Raja merupakan penengah yang sangat diharapkan oleh masyarakat Batu Merah untuk menyelesaikan sengketa tanah yang terjadi. dalam menyelesaikan sengketa tanah ulayat, tidak sedikit kndala yang dihadapai pengetahuan tentang hukum yang masih minim merupakan salah satu kendala yang menghambat proses terselesaikannya sengketa tanah ulayat ini, disamping itu ada faktor pendidikan, kurangnya itikat baik serta pembuktian status tanah ulayat yang sulit.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 07 May 2012 03:27
Last Modified: 07 May 2012 03:27
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/4449

Actions (login required)

View Item View Item