HUBUNGAN ANTARA KESESAKAN DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA DI PEMUKIMAN PADAT

DEWI, NELVI RIANA CAHYA (2010) HUBUNGAN ANTARA KESESAKAN DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA DI PEMUKIMAN PADAT. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
HUBUNGAN_ANTARA_KESESAKAN_DENGAN_PERILAKU_PROSOSIAL_PADA_MAHASISWA_DI_PEMUKIMAN_PADAT.pdf

Download (82kB) | Preview

Abstract

Perilaku prososial merupakan tindakan menolong atau mensejahterakan orang lain. Perilaku ini bisa terjadi dimanapun individu berada dan selalu diterapkan, diajarkan serta dilatih sejak dini terutama saat anak mulai memasuki masa remaja. Sehubungan dengan perilaku prososial tentunya berkaitan dengan kehidupan individu secara sosial dan hal ini menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial dan setiap manusia menginginkan adanya hubungan yang baik dengan individu lain, sehingga dapat terjalin hubungan yang positif. Rakhmat (2001: 14) menyatakan bahwa “manusia adalah makhluk sosial yang tidak tahan hidup sendiri. Manusia ingin berhubungan dengan orang lain secara positif”. Kesesakan biasanya dikaitkan dengan situasi atau keadaan yang padat, hal ini bisa dilihat pada lingkungan kos­kosan di Jln. Tirto Utomo adalah lingkungan menuntut setiap personnya berinteraksi sosial yang cukup tinggi. Tingkat interaksi sosial yang berlebihan, yang dengan sendirinya dapat menimbulkan persepsi tentang kesesakan, merupakan situasi yang dirasakan tidak nyaman oleh kebanyakan orang. Dalam hal ini persepsi tentang kesesakan merupakan gambaran tentang adanya gangguan terhadap privasynya. Ini terjadi karena tingkat privasy yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kondisi lingkungan yang padat berpotensi atau dirasakan sebagai kesesakan sehingga mengakibatkan individu mendapatkan stimulus atau informasi yang berlebihan, sehingga individu harus melakukan adaptasi dengan cara memilih stimulus­stimulus yang dianggap relevan dan penting dari berbagai stimulus yang diterima dan memberikan sedikit perhatian terhadap stimulus yang dianggap tidak relevan dan tidak penting. Dalam usaha untuk menyesuaikan diri dengan situasi kelebihan informasi, mahasiswa menjadi bersikap acuh tak acuh satu sama lain dan tidak responsif. Mereka memperkecil input­input sosial dengan memperlihatkan sikap­sikap yang tidak responsif. Hal ini dilakukan dengan menarik diri atau mengurangi kontak dengan orang lain, yang akhirnya dapat mengurangi perilaku menolong pada mahasiswa yang pada masa ini mengalami perubahan pada sikap sosial, kemunduran minat terhadap aktifitas kelompok, dan cenderung untuk menyendiri, sehingga menunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang semakin meningkat ke arah anti sosial (http://www.digilib.itb.ac.id). Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “hubungan antara kesesakan dengan perilaku prososial pada mahasiswa di pemukiman padat”.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 10 Apr 2012 06:25
Last Modified: 10 Apr 2012 06:25
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2017

Actions (login required)

View Item View Item