TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP EKSEKUSI PIDANA MATI (Studi Kejaksaan Tinggi Surabaya)

Nova Hendrayu, Dedhy (2006) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP EKSEKUSI PIDANA MATI (Studi Kejaksaan Tinggi Surabaya). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_SOSIOLOGIS_TERHADAP_EKSEKUSI_PIDANA_MATI.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Objek penelitian ini adalah mengenai tinjauan yuridis sosiologis terhadap eksekusi pidana mati. Dimana penelitian terhadap judul ini dilakukan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran-gambaran bagaimana prosedur eksekusi pidana mati selain itu juga untuk mengetahui alasan-alasan mengapa eksekusi pidana mati harus menunggu lama dan berlarut-larut sertsa untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pihak kejaksaan dalam pelaksanaan eksekusi pidana mati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis sosiologis, lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah berlokasi di kejaksaan Tinggi Jawa Timur, macam jenis data yang digunakan dalam karya tulis ini antara lain data primer dan data sekunder. Melalui penelitian yang sudah dilakukan maka, penulis mendapatkan hasill bahwa prosedur pelaksanaan eksekusi pidana mati sudah tidak sesuai dengan asas sederhana cepat dan biaya ringan,dimana cepat disini berarti cepat dalam penyidikan , penuntutan dan eksekusi putusan. Faktor yang menyebabkan terpidana mati harus menunggu bertahun-tahun untuk dieksekusi karena beberapa hal yakni karena terpidana menempuh upaya hukum biasa dan upaya hukum luar biasa serta harus menunggu hasil dari permohonan grasi dari presiden. Permohonan gresi seperti dalam UU. Nomor 3 Tahun 1950 sudah tidak sesuai lagi dengan sistem ketatanegaraan kita ini, serta substansinya sudah tidak sesuai dengan perkebangan hukum dalam masyarakat,maka UU tersebut diganti dengan UU nomor 22 Tahun 2002 yang isinya lebih relevan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan eksekusi pidana mati sudah sesuai dengan dengan aturan hukum yang ada dan dalam pelaksanaannya, meskipun asas cepat dalam hukum acara pidana kurang begitu diakomodir, hal ini disebabkan karena semua upaya hukum bersifat menunda pelaksanaan eksekusi pidana mati. Jadi kedepan perlu penanganan yang lebih cepat dan diprioritaskan, sehingga dalam pelaksanaan hasil putusan bisa segera dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 24 Jul 2012 03:22
Last Modified: 24 Jul 2012 03:22
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12880

Actions (login required)

View Item View Item