CARA DUDUK TAHIYAT AKHIR PADA SHALAT DUA RAKAAT DAN PEMANFAATAN TANAH BEKAS KUBUR

Majelis Tarjih, PP Muhammadiyah (2006) CARA DUDUK TAHIYAT AKHIR PADA SHALAT DUA RAKAAT DAN PEMANFAATAN TANAH BEKAS KUBUR. CARA DUDUK TAHIYAT AKHIR PADA SHALAT DUA RAKAAT DAN PEMANFAATAN TANAH BEKAS KUBUR (353).

[img] Text
Fatwa_11_2006_Duduk_Tahiyat_Akhir_dan_Bekas_Kubur.pdf

Download (1kB)
Official URL: http://repository.umm.ac.id/367/1/Fatwa_11_2006_Du...

Abstract

Dimaksudkan dengan tahiyat akhir ialah duduk tahiyat pada rakaat terakhir dalam shalat, baik shalat yang terdiri atas empat rakaat, atau tiga rakaat, atau dua rakaat, yang setelah selesai berdoa lalu ditutup dengan salam. Maka cara duduknya, semuanya adalah sama, yaitu dengan cara memajukan atau memindahkan kaki kirinya ke depan, dan mendirikan tapak kaki kanannya dengan menghadapkan jari­jarinya ke arah qiblat, dan duduk di tempat duduknya, sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadits:

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Tarjih Script
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 Jul 2012 02:44
Last Modified: 24 Jul 2012 02:44
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12824

Actions (login required)

View Item View Item