ANALISIS KEUANGAN DEBITUR UNTUK MENGUKUR TINGKAT KELAYAKAN DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA BANK JATIM CABANG BLITAR

SULISTYO, FARITS (2006) ANALISIS KEUANGAN DEBITUR UNTUK MENGUKUR TINGKAT KELAYAKAN DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA BANK JATIM CABANG BLITAR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KEUANGAN_DEBITUR_UNTUK_MENGUKURTINGKAT_KELAYAKAN_DALAM_PEMBERIAN_KREDITPADA_BANK_JATIM_CABANG_BLITAR.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada Bank Jatim Cabang Blitar dengan judul “Analisis Keuangan Debitur Untuk Mengukur Tingkat Kelayakan Dalam Pemberian Kredit Pada Bank Jatim Cabang Blitar”. Tujuan penelitian ini untuk menginterpretasikan analisis keuangan yang digunakan Bank Jatim Cabang Blitar dalam mengukur tingkat kelayakan kredit terhadap laporan keuangan debitur. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis rasio keuangan, analisis sumber dan penggunaan dana serta analisis kebutuhan modal kerja yang mana analisis tersebut merupakan analisis yang digunakan Bank Jatim Cabang Blitar untuk mengukur tingkat kelayakan kredit. Hasil dengan menggunakan teknik analisis tersebut menyimpulkan bahwa Bank Jatim Cabang Blitar dalam mengukur tingkat kelayakan kredit sudah efektif. Hal ini karena Bank Jatim Cabang Blitar dalam mengukur tingkat kelayakan kredit menggunakan analisis rasio keuangan, yaitu Rasio Likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio, Net Working Capital, Lama Tertagihnya Piutang dan Umur Persediaan Barang), Rasio Solvabilitas (Debt Equity Ratio) dan Rasio Profitabilitas (Cost to Sales Ratio, Profit Margin, Return On Assets, Return On Equity dan Interent Coverage). Analisis sumber dan penggunaan dana dari laporan keuangan debitur pada dua tahun terakhir untuk mengetahui sumber dan penggunaan dana apa yang cukup material. Analisis kebutuhan modal kerja untuk menentukan maksimum kebutuhan kredit modal kerja yang akan diberikan kepada debitur dengan cara melakukan terlebih dahulu pengecekan terhadap ketentuan maksimum Kredit Modal Kerja sebesar 60% dari omset penjualan tahun 2005 selain itu debitur harus memenuhi standart umum yaitu menempatkan modal sendiri pada perusahaan minimal Rp.0,65 (65%) dari setiap Rp.1 yang akan dijadikan jaminan hutang. Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya Bank Jatim Cabang Blitar meminta data laporan keuangan debitur yang obyektif, akurat dan komparatif serta menganalisis juga arus kas sebelum dan sesudah realisasi untuk memperkecil resiko kredit bermasalah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 21 Jul 2012 04:53
Last Modified: 21 Jul 2012 04:53
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12625

Actions (login required)

View Item View Item