PELAKSANAAN PEMBINAAN PIDANA BERSYARAT OLEH BALAI PEMASYARAKATAN (Studi di Balai Pemasyarakatan Bojonegoro)

SUNARNO, ALIEF (2006) PELAKSANAAN PEMBINAAN PIDANA BERSYARAT OLEH BALAI PEMASYARAKATAN (Studi di Balai Pemasyarakatan Bojonegoro). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PELAKSANAAN_PEMBINAAN_PIDANA_BERSYARAT.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Menurut Undang-Undang Dasar 1945 tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila. Dalam mencapai usaha-usaha itu negara menjumpai banyak rintangan dan halangan yang ditimbulkan antara lain adanya pelanggaran hukum atau pelaku kejahatan. Segala upaya telah dilaksanakan untuk mengatasi dan melakukan pencegahan terhadap kejahatan tersebut, antara lain denagn pembinaan narapidana agar nanti setelah selesai mejalani masa pemidanaannya dapat menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna seta tidak mengulangi perbuatan jahat lagi. Aparat negara mempunyai peranan penting dalam hal pembinaan narapidana, baik yang dilakukan didalam lembaga maupun diluar lembaga. Sedangkan aparat negara yang mempunyai wewenang selain petugas Lembaga Pemasyarakatan petugas Balai Pemasyarakatan juga sangat beperan penting dalam melakukan pembinaan diluar lembaga, sebab pejatuhan pidana tidak selalu harus dipenjara melainkan bisa dijatuhi pidana bersyarat. Setelah dinyatakan sebagai narapidana bersyarat, terpidana harus tetap melaksanakan bimbingan di luar lembaga sebelum betul-betul dinyatakan bebas dari pemidanaan. Pembinaan tersebut pelaksanaannya dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu alasan pemilihan lokasi dikarenakan narapidana yang memeperoleh putusan sebagai terpidana bersyarat maka pembinaannya diserahkan dan menjadi tanggung jawab Balai Pemasyarakatan, dan di Balai Pemasyarakatan Bojonegoro data-data yang diperlukan oleh penulis sehingga dapat mendukung analisa dari permasalahan-permasalahan yang ada. Selain itu Balai Pemasyarakatan Bojonegoro mempunyai wilayah kerja yang luas meliputi Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Metode pengumpulan datanya yaitu dengan mengambil data secara primeer dan skunder dan cara pengumpulan datanya dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara dengan petugas Balai Pemasyarakatan Bojonegoro yang berhubungan dengan pembinaan narapidana bersyarat. Sebelum bebas terpidana bersyarat memperoleh bekal spiritual, pengetahuan dan ketrampilan dari Balai Pemasyarakatan sebagai bekal kelak narapidana kembali ke masyarakatan mampu melaksanakan hidup secara wajar tanpa berbuat melanggar hukum. Didalam melaksanakan tugasnya Balai Pemasyarakatan untuk membina narapidana bersyarat bekerjasama dengan instansi-instansi pemerintahan yang lain maupun dengan masyarakat. Dengan adanya kerjasama dan bantuan dari semua pihak tersebut, maka pembinaan yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan akan dapat berjalan dan berhasil dengan baik sehingga narapidana tersebut kembali bermasyarakat tidak mengulangi perbuatannya lagi yang melanggar hukum dan ikut serta aktif dalam usaha kesejahteraan masyarakat maupun ikut serta dalam melaksanakan pembangunan desa dan negara. Dengan demikian kejahatan akan dapat ditekan dan didalam kehidupan masyarakat akan dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 21 Jul 2012 04:10
Last Modified: 21 Jul 2012 04:10
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12607

Actions (login required)

View Item View Item