PENGARUH PEMBERIAN PINANG SIRIH (Areca catechu L.) TERHADAP JUMLAH CACING PARASIT PADA AYAM PETELUR (Gallus sp.)

MASYHUR, MUHAMMAD (2006) PENGARUH PEMBERIAN PINANG SIRIH (Areca catechu L.) TERHADAP JUMLAH CACING PARASIT PADA AYAM PETELUR (Gallus sp.). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PEMBERIAN_PINANG_SIRIH.pdf

Download (65kB) | Preview

Abstract

Ayam petelur merupakan unggas yang khusus dipelihara untuk dipanen dari produksi telurnya. Secara normal umur dewasa ayam petelur adalah 4,5 bulan sampai dengan 5,5 bulan atau sekitar 18 – 20 minggu. Pada ayam umur tersebut dipersiapkan calon petelur yang unggul (Indarta, 1989). Produktifitas ternak ayam dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain penyakit disamping faktor pakan dan tatalaksana. Keberhasilan usaha peternakan ayam salah satunya dapat diukur dari kemampuan mengendalikan suatu penyakit. Pinang sirih (Areca catechu L.) mempunyai banyak khasiat, menurut Lewin dalam Heyne (1987) akar biji pinang sirih mempunyai kemampuan sebagai obat diare, bijinya dapat digunakan sebagai antiseptik, obat cacing dan penyakit kulit, minyak daunnya digunakan untuk menyembuhkan gangguan tenggorokan, sedangkan serat kulit buah dari pinang sirih yang masak dan kering digunakan sebagai obat flu dan pilek. Pinang sirih juga berguna sebagai penyambung urat-urat syaraf karena mengandung asetylcholine dan jugaa mengandung arecholine yang bersifat toxic (racun) bagi cacing pita dan cacing-cacing lainnya yang lebih lembek. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan Dusun Kajang Pesantren Mojorejo Kec.Junrejo Kodya Batu dan pengamatan laboratoris dilakukan di Laboratorium FPP-UMM dengan jumlah populasi sampelnya 3000 ekor ayam petelur dengan metode simpel random sampling. Hasil dari penelitian dan dari uji duncan’s diketahui bahwa perlakuan kelima dengan konsentrasi infus biji pinang sirih (Areca catechu L.) sebesar 40% (P4) memiliki pengaruh positif tertinggi terhadap jumlah cacing parasit pada ayam petelur (Gallus sp.) dengan nilai rata-rata jumlah cacing parasit pada tinja ayam petelur sebanyak 119.4 (9.95 epg). Jadi penggunaan konsentrasi yang tinggi dapat menghentikan produktifitas cacing parasit (Worm Disease) yang berada didalam tubuh ayam dan mengeluarkannya melalui tinja.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 21 Jul 2012 03:44
Last Modified: 21 Jul 2012 03:44
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12588

Actions (login required)

View Item View Item