UPAYA DAN KENDALA PENYIDIK DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA ABORSI (Studi di Polresta Surabaya Timur)

Septiana, Dilly (2006) UPAYA DAN KENDALA PENYIDIK DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA ABORSI (Studi di Polresta Surabaya Timur). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
UPAYA_DAN_KENDALA_PENYIDIK_DALAM_MENGUNGKAP_TINDAK.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah mengenai upaya dan kendala penyidik dalam mengungkap kasus tindak pidana aborsi di wilayah hukum Polresta Surabaya Timur. Dimana, kasus tindak pidana aborsi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, namun hanya beberapa kasus yang berhasil di ungkap oleh para penyidik. Aborsi menjadi permasalahan sosial yang dilematis, karena walaupun secara resmi dilarang, banyak masyarakat kita yang membutuhkan dengan berbagai macam alasan sehingga terjadilah praktek aborsi gelap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya yang dilakukan penyidik dalam mengungkap tindak pidana aborsi serta memperoleh jawaban atas kendala yang dihadapi penyidik dalam mengungkap tindak pidana aborsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis sosiologis. Sehingga data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara, observasi terhadap responden di Polresta Surabaya Timur adalah data yang menggambarkan bagaimana upaya dan kendala penyidik dalam mengungkap kasus-kasus tindak pidana aborsi di wilayah hukum Poiresta Surabaya Timur. Melalui penelitian ini, penulis mendapatkan hasil, bahwa upaya yang selama ini dilakukan oleh penyidik Polresta Surabaya Timur meliputi upaya represif (penindakan) dan upaya prefentif (pencegahan). Adapun upaya represif yang dilakukan penyidik setelah mendapat laporan dan pengaduan dan masyarakat yaitu menyiapkan segala administrasi dan berkas-berkas yang diperlukan sebelum proses Penyidikan, kemudian melakukan Penyidikan berupa penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan barang bukti. Upaya prefentif juga dilakukan oleh penyidik dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat praktek dokter ataupun klinik-klinik yang di sinyalir membuka praktek aborsi ilegal. Penyuluhan hukum dan pembinaan mental spiritual juga dilakukan oleh satuan Bimas (bimbingan masyanakat) dengan tujuan mencegah dan meminimalisasi tindakan aborsi ilegal. Dalam pengungkapan kasus tindak pidana aborsi kendala yang di hadapi oleh penyidik sangat beragam, diantaranya minimnya pengaduan, minimnya informasi, hilangnya barang bukti, keterangan palsu, serta ketiadaan saksi. Secara demikian, maka dapat disimpulkan bahwa, mengungkap kasus tindak pidana aborsi bukanlah hal yang mudah karena korban adalah sekaligus sebagai pelaku, oleh karena itu tindak pidana aborsi ini selalu dilakukan sembunyi-sembunyi sehingga hal ini menjadikan suatu kendala bagi penyidik dalam mengungkap dan menemukan pelaku dan tindak pidana aborsi. Sulitnya mengungkap kasus tindak pidana aborsi ini, tetap tidak akan menyurutkan langkah penyidik sebagai upaya mengungkap dan mengatasi permasalahan aborsi di Indonesia.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 18 Jul 2012 08:08
Last Modified: 18 Jul 2012 08:08
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12403

Actions (login required)

View Item View Item