PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INVESTOR YANG DIRUGIKAN AKIBAT PRAKTEK PERDAGANGAN SEMU DALAM PASAR MODAL (Studi di Bursa Efek Jakarta Pusat Informasi Pasar Modal Malang)

TUNJUNG SARI, IKA (2006) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INVESTOR YANG DIRUGIKAN AKIBAT PRAKTEK PERDAGANGAN SEMU DALAM PASAR MODAL (Studi di Bursa Efek Jakarta Pusat Informasi Pasar Modal Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERLINDUNGAN_HUKUM_TERHADAP_INVESTOR.pdf

Download (141kB) | Preview

Abstract

Objek studi dalam penelitian ini adalah mengenai perlindungan hukum terhadap investor yang dirugikan akibat praktek perdagangan semu dalam pasar modal. Dimana perlindungan hukum merupakan kebutuhan mendasar bagi seorang investor yang melakukan kegiatan investasi di pasar modal karena dalam prakteknya banyak dijumpai praktek-praktek perdagangan yang bertendensi negatif khususnya praktek perdagangan semu atau yang dalam istilah populernya “menggoreng saham” dimana praktek tersebut sangat merugikan investor dan pada akhirnya akan mengancam kredibilitas pasar modal Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh otoritas bursa kepada investor dalam hal terjadi praktek perdagangan semu dalam pasar modal dan kendala apa yang dihadapi oleh otoritas bursa dalam mengatasi praktek perdagangan semu serta bagaimana upaya mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif analitis, yaitu memaparkan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan maupun data yang diperoleh dari studi kepustakaan kemudian menganalisa data-data tersebut untuk ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut: bahwa perlindungan hukum terhadap investor diberikan dalam dua bentuk, yaitu secara preventif dan represif. Perlindungan hukum secara preventif dilakukan oleh BEJ dengan melakukan pengawasan terhadap kegiatan perdagangan efek di lantai Bursa. Sedangkan perlindungan hukum secara represif dilakukan oleh Bapepam dengan melakukan pemeriksaan dan penyidikan serta pengenaan sanksi kepada setiap pihak yang terbukti melakukan praktek perdagangan semu dalam pasar modal. Adapun kasus perdagangan semu yang diperiksa oleh Bapepam selama periode 2004-2005 adalah sebanyak 13 (tiga belas) dimana 8 (delapan) kasus tidak terbukti melanggar ketentuan pasal 91 dan pasal 92 UUPM tentang manipulasi pasar, 4 (empat) kasus masih dalam tahap/proses pemeriksaan, dan 1 (kasus) telah diputus bahwa PT. Transpacific Securindo sebagai pihak yang melakukan transaksi saham BII telah melakukan tindakan cornering yang berpotensi merugikan investor dan menggangu iklim investasi di pasar modal, sehingga PT. Transpacific Securindo telah terbukti melanggar pasal 91 dan pasal 92 UUPM tentang manipulasi pasar dan dikenakan denda administratif sebesar Rp. 1 Miliar. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa pengawasan yang dilakukan Bapepam terhadap kegiatan pasar modal dirasakan masih sangat lemah, hal ini terbukti dengan lamanya proses penyelesaian kasus perdagangan semu yang ditangani Bapepam dan tidak adanya kasus perdagangan semu yang sampai ke pengadilan, dalam arti tidak ada satu pelaku pun dari praktek perdagangan semu yang terjerat hukuman pidana. Pada akhirnya lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Bapepam mengakibatkan pelaksanaan UUPM menjadi kurang efektif dan memperjelas bahwa perlindungan investor di pasar modal masih sangat rendah. Adapun kendala yang dihadapi oleh otoritas bursa dalam menangani praktek perdagangan semu adalah sulitnya mengungkap dan membuktikan adanya kegiatan “menggoreng saham” karena pihak-pihak yang terlibat didalamnya sangat banyak dengan menggunakan teknik yang canggih sehingga dalam membuktikannya pihak BEJ harus mengamati dan menganalisi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 13 Jul 2012 08:23
Last Modified: 13 Jul 2012 08:23
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12016

Actions (login required)

View Item View Item