UPAYA HUKUM YANG DILAKUKAN “SALES PROMOTION GIRL” TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL YANG DIALAMI PADA SAAT BEKERJA (Studi Terhadap “Sales Promotion Girl” dari PT. Marlboro di Kota Malang)

Fajarwati, Hiba (2006) UPAYA HUKUM YANG DILAKUKAN “SALES PROMOTION GIRL” TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL YANG DIALAMI PADA SAAT BEKERJA (Studi Terhadap “Sales Promotion Girl” dari PT. Marlboro di Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img] Text
UPAYA_HUKUM_YANG_DILAKUKAN_“SALES_PROMOTION_GIRL”.pdf

Download (180B)

Abstract

Tugas akhir ini mengambil topik mengenai Upaya Hukum Yang Dilakukan “Sales Promotion Girl” Terhadap Pelecehan Seksual Yang Dialami Pada Saat Bekerja” (Studi Terhadap “Sales Promotion Girl” dari PT. Marlboro Di kota Malang). Dan pada kesempatan ini penulis, mengetengahkan dua permasalahan sekaligus tujuan dari penelitian yaitu mengenai ; Pertama, Bentuk-bentuk pelecehan seksual seperti apakah yang dialami “Sales Promotion Girl” ; Kedua, Upaya hukum apakah yang dilakukan “Sales Promotion Girl” . Metode pendekatan yang penulis gunakan adalah yuridis sosiologis. Yang ditempuh melalui penelitian yang sistematis dan terkontrol yang diawali dengan meneliti data skunder kemudian dikomparasikan dengan penelitian terhadap data primer. Sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan bagaimana bentuk-bentuk pelecehan seksual yang dialami“Sales Promotion Girl” dan upaya hukum yang dilakukan SPG ketika mengalami pelecehan seksual. Melalui penelitian yang mendalam dan sangat teliti dengan “Sales Promotion Girl” , penelitian ini mendapatkan hasil bahwa salah satu bentuk pidana kesusilaan yang banyak terjadi adalah pelecehan seksual yang dialami oleh “Sales Promotion Girl” pada saat melakukan pekerjaannya. Adapun bentuk-bentuk pelecehan seksual yang mereka alami meliputi: main mata, siulan nakal, komentar yang berkonotasi seks, humor porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan di bagian tubuh tertentu, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual sehingga mereka merasa tidak memiliki rasa aman dan nyaman dalam melakukan tuga-tugas pekerjaannya. Dari hasil wawancara dengan sepuluh orang responden yakni “Sales Promotion Girl” diperoleh keterangan bahwa Upaya dari pihak kepolisian yang dapat diambil sementara ini berupa delik aduan dengan disertai saksi. Tindak pidana yang bersifat delik aduan antara lain berhubungan dengan kekerasan fisik dan psikis. Untuk kasus seperti ini merupakan sebuah kasus khusus, sehingga jika belum ada laporan, aparat tidak dapat menindak lanjuti, kecuali pelakunya tertangkap basah. Upaya hukum yang dapat diambil oleh korban untuk saat ini belum jelas, namun jika nantinya kasus pelecehan seksual tidak lagi menjadi delik aduan, banyak pihak bisa dilibatkan untuk menuntaskan kasus tersebut. Setidaknya, akan muncul budaya melapor kepada pihak berwajib bila seseorang menduga telah terjadi pelecehan seksual. Dengan demikian, kasus pelecehan seksual akan banyak mudah terangkat ke permukaan dimana selama ini kasus pelecehan seksual muncul bagai fenomena gunung es. Hukum pidana indonesia tidak mengatur secara eksplisit tentang Kejahatan kesusilaan dalam hal pelecehan seksual. Tetapi hanya mengatur tentang kejahatan kesusilaan, sudah diatur dalam bab XIV mulai pasal 281-303 KUHP. Sedangkan mengenai perkataan-perkataan yang tak sopan dapat dianggap sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan, sehingga pasal yang dapat di gunakan adalah 335 KUHP, dimana pasal tersebut masuk dalam kategori pasak atau “keranjang sampah”, maksudnya yaitu segala perbuatan yang menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tidak menyenangkan karena terpaksa dapat dimasukkan dalam pasal tersebut. Pelecehan seksual sendiri belum diatur secara khusus dalam KUHP.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 05 Jul 2012 02:26
Last Modified: 05 Jul 2012 02:26
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11034

Actions (login required)

View Item View Item