PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. BANK BII (Studi terhadap Karyawan PT. Bank BII Cabang Malang di Jl. BasukiRahmat No. 91­93 Malang )

Puspita Sari, Ira (2007) PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. BANK BII (Studi terhadap Karyawan PT. Bank BII Cabang Malang di Jl. BasukiRahmat No. 91­93 Malang ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_BUDAYA_ORGANISASI_TERHADAP_KINERJAKARYAWAN_PT.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Budaya organisasi telah mengalami “kebangkitan kembali” sebagai salah satu perangkat menejemen untuk mencapai tujuan organisasi. Bukan sekedar “jimat” untuk mengenang kesuksesan organisasi. Tetapi lebih dari itu. Budaya organisasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu andalan daya saing perusahaan. Budaya organisasi bukan lagi sejarah perusahaan dalam meraih sukses, tetapi sebuah rekayasa manajemen untuk bekompetisi di arena global. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan, salah satunya dengan menggunakan cara konvensional melalui komunikasi. Proses dan pola komunikasi merupakan sarana yang diperlukan untuk mengkoordinasikan, mengarahkan kegairahan pekerja ke tujuan dan sasaran organisasi Karyawan membentuk suatu persepsi subyektif keseluruhan mengenai organisasi berdasarkan pada faktor­faktor seperti toleransi resiko, tekanan pada tim dukungan orang. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “adakah pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT BII dan berapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT BII?”. Sedangkan tujuannya adalah ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT.BII Kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat diketahui bahwa maksud dari kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang baik berupa produk atau jasa yang biasanya di gunakan sebagai penilaian atas diri karyawan atau organisasi kerja yang bersangkutan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh 2 faktor antara lain faktor kemampuan yaitu karyawan yang memiliki IQ diatas rata rata dan memiliki pengatahuan serta ketrampilan yang cukup memadai untuk mengerjakan pekerjaan maka dengan mudah dalam pencapaian prestasi kerjanya, dan faktor motivasi mendorong seseorang untuk lebih menggerakakan diri kearah tujuan organisasi. Sedangkan arti budaya organisasi yaitu sebagai sistem nilai­nilai yang diyakini oleh anggota organisasi dan dipelajari dan diterapkan serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam berorganisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Budaya organisasi merupakan suatu variabel yang mempengaruhi suatu variabel tertentu. Dimana variabel yang diangkat akan dipengaruhi dengan timbulnya budaya organisasi pada penelitian ini adalah kinerja. Suatu persepsi keseluruhan tersebut menjadi suatu budaya atau kepribadian dari sebuah organisasi. Persepsi yang mendukung atau tidak mendukung ini kemudian mempengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan dengan dampak yang lebih besar pada budaya yang kuat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Motivasi prestasi McClelland. Pendekatan ini berasal dari tiga macam kebutuhan manusia yaitu : Kebutuhan akan prestasi (need of achievement), Kebutuhan akan afiliasi (need of affiliation), Kebutuhan akan kekuasaan (need of power) Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian survei. Tipe penelitian yang digunakan adalah eksplanatif, yaitu untuk menjelaskan hubungan antara variabel­variabel penelitian dan melalui pengujian hipotesa (Masri Singarimbun, 1987:4). Sedangkan pendekatan penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan BII cabang Malang dengan jumlah karyawan sebanyak 58 orang yang dijaring melalui penyebaran angket. Penelitian ini menggunakan sample total dari 58 karyawan Bank BII, atau yang disebut juga dengan total sampling. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian untuk mendapatkan data yang valid dengan pengumpulkan data melalui kuisioner, dokumentasi, observasi, interview. Dari penelitian ini setelah dianalisis memperlihatkan bahwa budaya organisai yang telah diaplikasikan sebagai nilai­nilai karyawan berada dalam kategori sedang. Artinya sebagian besar karyawan telah menerapkan nilai­nilai dalam budaya organisasi meskipun belum optimal. Sementara hasil analisis tentang kinerja karyawan menunjukan bahwa dari keseluruhan karyawan melaksanakan tugas pekerjaan dengan kategori tinggi Pengujian statistik dengan menggunakan regresi linier sederhana, didapatkan hasil Fhitung= 47,789;sig = 0,000. Nilai signifikansi kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Artinya jika budaya organisasi karyawan baik maka semakin baik kinerja karyawan bank BII Cabang Malang. Nilai R square atau koefisien determinasi adalah 0,460 menunjukkan besar pengaruh variable bebas (budaya organisasi) terhadap variable terikat (kinerja karyawan) sebesar 46 %. Sedangkan sisanya 64 % adalah faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan Bank BII Cabang Malang yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai t hitung = 6,913; p = 0,000, karena angka signifikansi dibawah 0,05 maka variabel independent (budaya organisasi) tersebut memang mempengaruhi kinerja karyawan Bank BII. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT. BII cabang Malang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 29 Jun 2012 02:55
Last Modified: 29 Jun 2012 02:55
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10184

Actions (login required)

View Item View Item