PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN DARI MINYAK JELANTAH BERMERK DAN TIDAK BERMERK TERHADAP NEKROSIS SEL HATI PADATIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

RAHAYU, AJI (2007) PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN DARI MINYAK JELANTAH BERMERK DAN TIDAK BERMERK TERHADAP NEKROSIS SEL HATI PADATIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_FREKUENSI_PENGGORENGAN_DARI_MINYAKJELANTAH_BERMERK_DAN_TIDAK_BERMERKTERHADAP_NEKROSIS_SEL_HATI_PADATIKUS_PUTIH.pdf

Download (155kB) | Preview

Abstract

Hati (liver) merupakan organ yang mempunyai peran besar dalam tubuh manusia. Di dalam hati terjadi proses-proses penting bagi hidup kita, yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun/obat yang masuk dalam tubuh kita. Minyak jelantah mengandung senyawa radikal bebas dengan indikator peroksida, senyawa ini bersifat toksik jika toksik ini masuk kedalam tubuh maka hati akan bekerja keras untuk menetralkan, ini menyebabkan hati mudah terkena racun, sehingga hati mudah rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi penggorengan dari minyak jelantah bermerk dan tidak brmerk, untuk mengetahui frekuensi penggorengan dan pada perlakuan minyak jelantah bermerk dan tidak bermerk yang paling memberikan pengaruh negatif serta interaksi antara frekuensi dan minyak jelantah terhadap nekrosis sel hati pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitian ini adalah eksperimen sungguhan, populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan, jumlah sampel yang digunakan adalah 33 ekor yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling (sederhana). Variabel penelitian yaitu variabel bebas: jenis minyak jelantah, varibel tergantung: nekrosis sel hati, variabel kontrol: jenis kelamin tikus, umur tikus, makanan, minuman, kandang, perawatan, jenis minyak jelantah dan frekuensi penggorengan. Teknik analisis jumlah nekrosis sel hati yang digunakan adalah analisis varian 2 faktor yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Berdasarkan hasil uji anava 2 faktor pada faktor minyak jelantah diperoleh Fhitung 58,9 > Ftabel 4,35 pada signifikan 5% menunjukkan ada pengaruh minyak jelantah terhadap jumlah nekrosis sel hati, pada faktor frekuensi penggorengan Fhitung 180 > Ftabel 2,87 pada signifikan 5% menunjukkan ada pengaruh frekuensi penggorengan terhadap jumlah nekrosis sel hati dan pada kombinasi minyak jelantah dan frekuensi penggorengan Fhitung 0,68 Ftabel 2,87 pada signifikan 5% dan 1% menunjukkan tidak ada interaksi antara minyak jelantah dan frekuensi penggorengan yang diberikan secara oral terhadap jumlah nekrosis sel hati. Ciri-ciri dari nekrosis sel yaitu bentuk selnya tidak normal, inti tidak jelas dan sitoplasmanya gelap, sehingga sel tidak dapat berfungsi secara maksimal. Dari hasil uji duncan’s 1% perlakuan yang paling baik terhadap nekrosis sel hati yaitu faktor minyak jelantah tidak bermerk dengan rerata 48,8, sedangkan pada frekuensi penggorengan terdapat pada perlakuan B1 (8 frekuensi penggorengan) dengan rerata 27.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 28 Jun 2012 07:46
Last Modified: 28 Jun 2012 07:46
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10128

Actions (login required)

View Item View Item