Febrianti, Riska Eza (2026) STUDI PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS FIKSATIF TERHADAP KUALITAS HISTOLOGI ORGAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas empat jenis larutan fiksatif, yaitu Davidson, Neutral Buffered Formalin (NBF), Bouin, dan glutaraldehida, terhadap kualitas histologis jaringan udang Litopenaeus vannamei yang diproses melalui metode embedding parafin serta pewarnaan hematoksilin–eosin. Organ yang diamati mencakup insang, hepatopankreas, otot, dan usus. Penilaian dilakukan menggunakan pendekatan semi-kuantitatif dengan skala skor 0–3, berdasarkan parameter tingkat autolisis, kejelasan membran sel, kualitas pewarnaan, detail morfologi, serta keberadaan artefak jaringan. Analisis perbedaan antar perlakuan fiksatif dilakukan menggunakan uji statistik Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kualitas preservasi jaringan yang signifikan antar jenis fiksatif. Larutan Davidson memberikan performa terbaik secara keseluruhan, dengan nilai rerata skor komposit terendah (1,50), yang mengindikasikan kualitas preparat yang optimal. Secara berturut-turut, performa berikutnya ditunjukkan oleh Bouin (2,08), NBF (4,42), dan glutaraldehida (7,33). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada organ insang (H
= 9,77; p = 0,021), otot (H = 9,47; p = 0,024), dan usus (H = 9,12; p = 0,028). Sementara itu, pada hepatopankreas tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik (H = 5,53; p = 0,14), meskipun secara deskriptif larutan Davidson tetap menunjukkan kecenderungan hasil yang lebih baik.Secara morfologis, penggunaan fiksatif Davidson secara konsisten menghasilkan batas sel yang tegas, struktur jaringan yang stabil, serta jumlah artefak yang minimal. Larutan Bouin mampu memberikan kontras yang baik antara nukleus dan sitoplasma, namun cenderung menimbulkan artefak, khususnya pada jaringan lunak. NBF menunjukkan hasil fiksasi yang kurang konsisten, dengan intensitas pewarnaan yang relatif lebih rendah. Di sisi lain, glutaraldehida menghasilkan kualitas preparat yang paling rendah, yang ditandai dengan pengerasan jaringan yang berlebihan serta pewarnaan yang terlalu intens sehingga mengurangi kejelasan detail morfologi.Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa larutan Davidson merupakan fiksatif yang paling efektif dan andal untuk preservasi jaringan udang dalam aplikasi histopatologi. Oleh karena itu, penggunaannya direkomendasikan sebagai standar dalam prosedur diagnostik histologis pada udang vanamei.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Student ID: | 202210650311031 |
| Keywords: | Kata kunci: histopatologi udang; larutan fiksatif; Davidson; Bouin; Glutaraldehida; formalin buffer netral; Litopenaeus vannamei; embedding parafin. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Faculty of Agriculture and Animal Science > Department of Aquaculture (54250) |
| Depositing User: | 202210650311031 riskaezaf |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 08:35 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 08:35 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32500 |
