TINJAUAN YURIDIS EMPIRIS TERHADAP UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (BEGAL KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA) DI KABUPATEN PASURUAN (STUDI WILAYAH HUKUM POLRES PASURUAN)

Wardatur Richa, Richa (2026) TINJAUAN YURIDIS EMPIRIS TERHADAP UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (BEGAL KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA) DI KABUPATEN PASURUAN (STUDI WILAYAH HUKUM POLRES PASURUAN). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf]
Preview
Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (526kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (500kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (481kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (234kB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN .pdf] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (289kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis empiris upaya kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (begal kendaraan bermotor roda dua) di wilayah hukum Polres Pasuruan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan mengkaji hukum sebagai norma sekaligus praktik di lapangan (law in action). Data diperoleh melalui wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya begal meliputi faktor ekonomi, lingkungan sosial, rendahnya kesadaran hukum, serta peluang kejahatan akibat kondisi wilayah yang sepi dan minim pengawasan. Upaya kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana tersebut dilakukan melalui langkah pre-emtif, preventif, dan represif. Upaya pre-emtif berupa penyuluhan hukum kepada masyarakat, sedangkan upaya preventif dilakukan melalui patroli rutin, razia, dan penjagaan di titik rawan. Adapun upaya represif dilakukan melalui penyelidikan, penyidikan, serta penindakan terhadap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Meskipun demikian, terdapat hambatan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya partisipasi masyarakat, serta sulitnya pengungkapan pelaku yang bekerja secara terorganisir. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat guna meningkatkan efektivitas penanggulangan tindak pidana begal serta menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202110110311135
Keywords: Tindak Pidana, Pencurian Dengan Kekerasan, Begal, Kepolisian, Penanggulangan Kejahatan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 202110110311135 wardaturrichawebmail
Date Deposited: 15 Jul 2026 01:44
Last Modified: 15 Jul 2026 01:44
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/32000

Actions (login required)

View Item
View Item