ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM SENGKETA HAK ASUH ANAK (Studi Yuridis Putusan Nomor 143/Pdt.G/2024/PN Kpg)

Anggraini, Mega Silvia (2026) ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM SENGKETA HAK ASUH ANAK (Studi Yuridis Putusan Nomor 143/Pdt.G/2024/PN Kpg). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULAUN.pdf] Text
PENDAHULAUN.pdf
Restricted to Registered users only until August 2026.

Download (753kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (412kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (170kB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB) | Request a copy

Abstract

Penetapan hak asuh anak pasca ibu kawin lagi tidak bisa diselesaikan hanya dengan menerapkan norma-norma tertulis yang bersifat kaku, tetapi hakim juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial yang sebenarnya serta kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif untuk mengkaji: 1) bagaimana pertimbangan Hakim dalam putusan dengan nomor 143/Pdt.G/2024/PN Kpg terkait penetapan pemegang hak asuh anak pasca ibu kawin lagi. 2) bagaimana penentuan hak asuh anak pada putusan Nomor 143/Pdt.G/2024/PN Kpg ditinjau dari Pasal 45 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memutus perkara hak asuh anak, hakim tidak semata-mata berpedoman pada norma yang memberikan hak asuh utama kepada ibu bagi anak di bawah 12 tahun, melainkan melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi secara nyata. Dalam perkara ini, fakta persidangan membuktikan bahwa ibu kandung telah menitipkan anak-anaknya kepada keluarga lain akibat pernikahannya dengan orang baru, sementara ayah kandung mampu membuktikan bahwa dirinya lebih mampu memenuhi kebutuhan anak secara materil maupun immateril. Hakim menggunakan teori das sein (realitas hukum) dan das sollen (aturan hukum ideal) untuk menyeimbangkan antara ketentuan hukum yang tertulis dengan kondisi sosial yang sesungguhnya, dengan mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa putusan tersebut mencerminkan perkembangan hukum keluarga Indonesia yang tidak kaku, melainkan mampu beradaptasi dengan realitas sosial demi tercapainya keadilan serta menjaga kepentingan terbaik bagi anak

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202210110311157
Keywords: Hak asuh anak, Kawin lagi, Kepentingan terbaik anak
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 202210110311157 mesigaa
Date Deposited: 01 Jul 2026 04:16
Last Modified: 01 Jul 2026 04:16
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31324

Actions (login required)

View Item
View Item