Munjali, Muh Baharuddin Wahab (2026) KEABSAHAN JUAL-BELI AKUN MOBILE LEGENDS DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI TINJAU DARI HUKUM POSITIF INDONESIA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
Pendahuluan.pdf
Download (865kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (122kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (219kB) | Preview
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (257kB) | Request a copy
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (82kB) | Request a copy
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (695kB) | Request a copy
Abstract
Pesatnya praktik jual-beli akun game Mobile Legends di media sosial Instagram seringkali dilakukan tanpa memperhatikan legalitas kontrak digital yang ditetapkan oleh pengembang. Fenomena ini menciptakan ketidakpastian hukum, terutama ketika terjadi sengketa atau penipuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan yuridis transaksi tersebut berdasarkan hukum positif di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi jual-beli akun di Instagram sering kali tidak memenuhi syarat objektif sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, khususnya mengenai kausa yang halal. Berdasarkan Terms of Service (ToS) Moonton, akun game merupakan lisensi akses yang bersifat personal dan dilarang untuk dipindahtangankan. Hal ini menimbulkan kontradiksi antara asas kebebasan berkontrak dengan norma hukum yang membatasi objek perjanjian. Secara yuridis, objek transaksi dianggap cacat karena penjual tidak memiliki hak milik penuh, melainkan hanya hak pakai. Akibatnya, perjanjian tersebut berisiko batal demi hukum karena melanggar ketentuan Pasal 1337 KUHPerdata terkait ketertiban umum. Konsekuensi yuridis bagi penjual mencakup potensi gugatan perbuatan melawan hukum, sementara pembeli berada pada posisi rentan tanpa perlindungan hukum yang memadai jika terjadi pengambilan paksa akun (hack-back). Penekanan pada aspek lisensi dalam kontrak digital menegaskan bahwa kebebasan berkontrak tidak bersifat mutlak dan harus tunduk pada norma hukum objektif guna menjamin kepastian hukum di ruang digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Student ID: | 202010110311449 |
| Keywords: | Keabsahan, Jual-Beli Akun, Instagram |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law (74201) |
| Depositing User: | 202010110311449 baharuddinw4 |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 06:05 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 06:05 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/31173 |
