Saputra, Dona Adi Bayu (2026) MODEL KURIKULUM EDUPRENEURSHIP UNTUK PENGUATAN KARAKTER MANDIRI SANTRI (Studi Kasus Di Pesantren Al Fattah Kikil Pacitan). Doctoral thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
DISERTASI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Pesantren memiliki peran yang penting dalam memajukan bangsa Indonesia, dengan jumlah santri lebih dari 4.000.000 santri, tentu memiliki dampak yang signifikan untuk membawa kemajuan bangsa Indonesia. Maka perlu penambahan nilai-nilai kemandirian dalam kehidupan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model kurikulum edupreneurship di Pondok Pesantren Al Fattah Pacitan dengan fokus pada (1) mendeskripsikan landasan filosofis dan sosiologis penerapan model kurikulum edupreneurship, (2) mendeskripsikan proses implementasi model kurikulum edupreneurship, dan (3) mendeskripsikan implikasi model kurikulum edupreneurship. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretative dan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitan terdiri dari Kyai, ketua Yayasan, guru, mudir tarbiyah dan santri. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data (data display) dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Uji validitas data dalam penelitian ini dilakukan melalui pengujian kredibilitas (credibility), yang mencakup teknik triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan kontruksi filosofis dan sosiologis penerapan model kurikulum edupreneurship dimulai dari semangat dakwah dari pendiri pesantren, implementasi model kurikulum edupreneurship dilandasi melalui integrasi tiga sistem kurikulum, yaitu kurikulum formal, kurikulum diniyah, dan kurikulum nonformal berbasis unit usaha pesantren dan implikasi dari model kurikulum ini bisa menjadikan santri lebih mandiri. Edupreneurship di Pesantren Al Fattah tidak sekadar berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, melainkan sebagai media pedagogis untuk internalisasi nilai spiritual, moral, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja. Proses pembentukan kemandirian berlangsung melalui tahapan spiral yang meliputi observational learning, guided practice, independent initiative, dan reflective internalization. Penelitian ini menemukan bahwa personal agency yang mencakup self-efficacy, self-regulation, serta inisiatif dan tanggung jawab merupakan variabel kunci yang menjembatani pengalaman edupreneurship dengan pembentukan karakter mandiri. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model IEPA (Integrative Edupreneurship Personal Agency Model), yaitu model pengembangan kurikulum edupreneurship berbasis nilai pesantren yang terintegrasi secara sistemik dan dirancang untuk memperkuat personal agency dalam membentuk karakter mandiri santri. Model ini memberikan kontribusi teoretik dalam integrasi konsep personal agency ke dalam pengembangan kurikulum pesantren, serta kontribusi praktis sebagai blueprint implementatif bagi penguatan kemandirian santri di lembaga pendidikan berbasis pesantren.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Keywords: | kurikulum edupreneurship, personal agency, karakter mandiri, pesantren, model IEPA. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Directorate of Postgraduate Programs > Doctor of Islam Religion Education (70034) |
| Depositing User: | 202310520111026 donaadibayu |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 06:16 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 06:16 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/30534 |
